Search:
Saturday, Jan-18 2020 07:29 WIB
  • AGRI 1,425.950 0.000 (0.000%)
  • BASIC-IND 960.420 0.000 (0.000%)
  • BISNIS-27 564.300 0.000 (0.000%)
  • COMPOSITE 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • CONSUMER 2,104.310 0.000 (0.000%)
  • DBX 1,089.840 0.000 (0.000%)
  • FINANCE 1,363.870 0.000 (0.000%)
  • I-GRADE 178.800 0.000 (0.000%)
  • IDX30 559.650 0.000 (0.000%)
  • IDX80 143.830 0.000 (0.000%)
  • IDXBUMN20 388.520 0.000 (0.000%)
  • IDXG30 145.290 0.000 (0.000%)
  • IDXHIDIV20 504.610 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-COM 254.520 0.000 (0.000%)
  • IDXSMC-LIQ 317.230 0.000 (0.000%)
  • IDXV30 141.520 0.000 (0.000%)
  • INFOBANK15 1,043.150 0.000 (0.000%)
  • INFRASTRUC 1,100.550 0.000 (0.000%)
  • Investor33 473.860 0.000 (0.000%)
  • ISSI 185.090 0.000 (0.000%)
  • JII 694.470 0.000 (0.000%)
  • JII70 231.290 0.000 (0.000%)
  • KOMPAS100 1,284.800 0.000 (0.000%)
  • LQ45 1,025.810 0.000 (0.000%)
  • MANUFACTUR 1,473.920 0.000 (0.000%)
  • MBX 1,760.970 0.000 (0.000%)
  • MINING 1,547.190 0.000 (0.000%)
  • MISC-IND 1,241.480 0.000 (0.000%)
  • MNC36 355.020 0.000 (0.000%)
  • PEFINDO25 324.170 0.000 (0.000%)
  • PROPERTY 491.690 0.000 (0.000%)
  • SMinfra18 321.200 0.000 (0.000%)
  • SRI-KEHATI 404.490 0.000 (0.000%)
  • TOTAL_MARKET 6,286.050 0.000 (0.000%)
  • TRADE 758.690 0.000 (0.000%)
  • © 2010 IMQ - LKBN ANTARA
Kerugian Garuda Indonesia Berkurang 36,5% di Kuartal I
Published: 3 May 2018 17:36 WIB


Dok. Susan Silaban
IMQ, Jakarta —  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berhasil menekan laju rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal I 2018 sekitar 36,5% menjadi US$64,3 juta, dibandingkan periode serupa tahun lalu US$101,2 juta.

“Untuk mencapai performa di kuartal I memang sulit karena tidak ada peak season. Namun, dengan capaian di kuartal I tahun ini, kita optimistis dapat menghasilkan laba pada tahun ini,” kata Direktur Utama Pahala N. Mansyuri dalam jumpa pers di gedung Garuda, Jakarta, Kamis (3/5).

Ia menambahkan, keberhasilan Garuda menurunkan kerugian disokong oleh peningkatan pendapatan operasional sekitar 7,9% menjadi US$983 juta per akhir Maret 2018, dari US$910,8 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, Garuda mampu mencatat kenaikan pendapatan kargo sekitar 9,2% atau menjadi US$61,3 juta pada kuartal I 2018, dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$56,2 juta. Hal ini tercermin dari naiknya kargo yang berhasil diangkut sebanyak 3,2% menjadi 111.900 ton, dari 108.400 ton.

Namun, seiring dengan bertumbuhnya pendapatan operasional, beban operasional juga meningkat sekitar 2,5% atau menjadi US$1,049 miliar dalam tiga bulan pertama tahun ini, dari periode yang sama tahun lalu US$1,023 miliar.

Hingga kuartal I 2018, ebitda Garuda tercatat sebanyak US$231,5 juta atau lebih tinggi 30% dibandingkan periode serupa tahun lalu. Dengan demikian, marjin ebitda membaik menjadi 23,6%.

“Pendapatan kinerja sepanjang kuartal I 2018 disokong oleh keberhasilan renegosiaai kontrak dan manufaktur, peningkatan utilisasi pesawat, mengurangi jumlah rute yang rugi, memperbaiki kualitas layanan, meningkatkan efisiensi, memperbesar pendapatan melalui layanan digitalisasi, serta meningkatkan pendapatan kargo,” paparnya.

Ia melanjutkan, Garuda telah mengangkut sebanyak 8,8 juta penumpang dalam tiga bulan pertama tahun ini. Untuk jumlah penumpang domestik turun 0,8% menjadi 4,4 juta, dari periode serupa tahun lalu 4,5 juta penumpang.
Author: Susan Silaban
-
POPULAR NEWS