IMQ, Jakarta —
Penguatan harga komoditas serta nilai rupiah memberikan dorongan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan pada zona hijau meski sempat mengalami koreksi dan bergerak fluktuatif.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan kenaikan indeks ini bersifat sementara karena pemain asing dan lokal yang mendorong pergerakan ini diduga kebanyakan adalah trader sehingga kenaikan tersebut tidak bisa bertahan lama sebelum “real fresh” dana asing benar-benar masuk ke dalam Indonesia.
“Apabila dana asing ini benar-benar masuk ke Indonesia barulah IHSG bisa terus menguat di atas level 4.000,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (28/1).
Edwin menambahkan mengawali pergerakan IHSG pekan depan, yang akan memasuki memasuki bulan Februari, IHSG akan sangat rawan terkena aksi ambil untung (profit taking), terlebih minimnya sentimen positif dari dalam negeri dan pasar yang mulai kembali fokus ke masalah Eropa.
Ini juga dipicu dari Februari hingga April akan banyak pembayaran obligasi (bond repayment) dan akan sering dijumpai beberapa negara kawasan Eropa yang akan diturunkan kembali ratingnya setelah akhir pekan ini Fitch menurunkan rating Italia, Spanyol, Belgia, Siprus dan Slovenia.
“Kami menyarankan investor bisa merealisasikan keuntungan sementara ini baik saham unggulan blue chip dan saham 'zombie' serta lakukan perdagangan saham berbasis jangka pendek,” terangnya.
Mengawali pergerakan indeks pekan depan, IHSG diprediksi akan bergerak pada level 3.961-4.005.
Hal senada diungkapkan Analis Sinarmas Sekuritas Jansen Kustianto, yang mengatakan kondisi pergerakan indeks saat ini lebih banyak ditentukan oleh kondisi global.
“Data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat serta perkembangan seputar negosiasi ulang program restrukturisasi utang Yunani akan memberikan sentimen terhadap indeks,” jelasnya.
Secara teknikal, lanjutnya, indeks diperkirakan akan bergerak mixed, dengan saham-saham yang layak dikoleksi antara lain saham PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Jasa Marga tbk (JSMR), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).











