IMQ, Jakarta —
Data tentang produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat yang tumbuh di bawah ekspektasi langsung direspons negatif oleh pasar yang khawatir dengan prospek permintaan minyak mentah.
Kondisi itu membuat harga minyak mentah untuk perdagangan Jumat ditutup melemah tipis 0,1%.
Para pelaku pasar melakukan penjualan minyak mentah untuk membeli gasoline (bensin), yang membuat harga bensin berjangka melonjak ke level tertinggi sejak Agustus.
Tetapi pelemahan harga minyak mentah tidak terlalu dalam karena masih mendapat dukungan dari melemahnya dolar AS. Sementara minyak Brent di Eropa justru menguat menjelang keputusan parlemen Iran untuk menghentikan ekspor minyak ke Eropa sebagai aksi balasan atas embargo impor minyak dari negeri Persia itu.
Uni Eropa menerapkan embargo atas impor minyak dari Iran, sebagai upaya menekan Teheran agar duduk kembali ke meja perundingan untuk membahas program senjata nuklir seperti yang dituduhkan Barat.
Minyak mentah berjangka untuk pengiriman Maret ditutup melemah 14 sen, atau 0,1%, menjadi US$99,56 per barel di New York Mercantile Exchange.
Namun, dalam sepekan ini harga minyak mentah menguat 1,3%. Dan ini merupakan penguatan mingguan kali pertama bagi minyak mentah dalam tiga pekan terakhir.
Sebelumnya, harga minyak terdongkrak melebihi level psikologis US$100, yang dipacu oleh melemahnya dolar AS dan janji Federal Reserve untuk mempertahankan tingkat sukubunga rendah hingga akhir 2014.
Sementara itu, setelah di awal perdagangan mengalami tekanan, emas berjangka akhirnya ditutup menguat Jumat (27/1) menyusul melemahnya dolar AS dan kembalinya aksi beli sebagai safe-haven di akhir pekan.
Pelemahan di awal perdagangan langsung direspons pasar dengan aksi beli, yang membuat harga menanjak, sehingga dalam jangka pendek prospek harga emas cukup bagus, kata sejumlah analis.
Emas untuk pengiriman Februari menguat US$5,50, atau 0,3%, menjadi US$1.732,20 per ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange. Ini adalah level penutupan tertinggi sejak awal Desember 2011.
Kenaikan harga emas ini adalah yang ketiga kalinya berturut-turut dalam tiga sesi terakhir, dan dalam sepekan ini emas telah menguat 4,1%.
Penguatan harga logam mulia ini didorong oleh janji Federal Reserve yang akan mempertahankan sukubunga rendah hingga akhir 2014.
Selain itu, penguatan kali ini adalah karena investor ingin mengamankan asetnya menjelang akhir pekan dan sebagai antisipasi munculnya berita buruk terkait Yunani.
Sementara untuk harga tembaga pengiriman Maret melemah 1 sen, atau 0,3%, menjadi US$3,89 per pons. Selama sepekan harga tembaga naik 4%.
Perak untuk pengiriman Maret menguat 5 sen, atau 0,1%, menjadi US$33,79 per ons. Perak melesat 6,7% dalam sepekan ini.
Selanjutnya, harga platinum untuk pengiriman April naik US$6,20, atau 0,4%, menjadi US$1.623 per ons, sedangkan harga palladium pengiriman Maret turun US$4,30, atau 0,6%, menjadi US$690,15 per ons.
Dalam sepekan, harga platinum menguat 5,9%, dan 2,1% untuk palladium.











