IMQ, Jakarta —
Dimulainya kembali proses negosiasi restrukturisasi utang Yunani dan data ekonomi Amerika Serikat seperti data barang tahan lama (durable goods) dan data penjualan rumah yang dapat memberikan sentimen terhadap indeks.
Analis Sinarmas Sekuritas Jansen Kustianto mengatakan di Jakarta, Jumat (27/1), secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak mixed dengan kisaran 3.962-4.005.
“Saham-saham yang layak dikoleksi pada perdagangan hari ini antara lain PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT BW Plantation Tbk (BWPT).
Sementara Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) Purwoko Sartono mengatakan saat ini pasar masih menanti angka inflasi Januari yang diperkirakan akan tinggi menyusul dampak dari kenaikan harga beras.
“Di sisi lain kami melihat antisipasi akan laporan kinerja emiten tahun buku 2011 juga belum terefleksi di pasar,” terangnya.
Purwoko menambahkan pada perdagangan akhir pekan ini indeks diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat pada kisaran support-resistance 3.963-4.000.
Senior Reseach HD Capital, Yuganur Wijanarko mengatakan menguatnya kembali regional, komoditas serta rupiah dapat memberikan dorongan untuk IHSG naik di atas level psikologis 4.000 dan menutup secara mingguan (Jumat) diatas level tersebut.
"Ini merupakan sesuatu yang secara teknikal sangat ditunggu oleh pelaku pasar," ujarnya.
Ia menambahkan pada perdagangan, Jumat, indeks akan berada pada level support 3.930-3.875-3.790 dan resistance 4.050-4.125











