IMQ, Jakarta —
Minyak dari Iran adalah yang termurah dari seluruh minyak yang diimpor Korea Selatan, kecuali untuk minyak asal Kolombia, Oman dan zona netral Saudi-Kuwait, yang volume pembeliannya kecil.
Korea mengimpor 846,59 juta barel minyak mentah selama 11 bulan hingga November 2011 dari 23 negara, termasuk Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Iran dan Oman, menurut Petronet, perusahaan penyedia informasi minyak yang dikelola oleh Korea National Oil Corporation.
"Iran tercatat sebesar 9,76% dari total impor minyak mentah Korea dan dari sisi volume adalah terbesar keempat, namun harganya paling murah," kata seorang pejabat di perusahaan pengilangan minyak lokal.
Itulah mengapa jika Korsel ikut mengembargo impor minyak Iran, ini akan benar-benar memukul pengilangan minyak negeri ginseng itu, kata sejumlah analis.
Seoul sejauh ini belum memutuskan apakah akan memangkas impor minyak dari Iran seperti yang diserukan AS dan Uni Eropa.
Harga rata-rata minyak mentah Iran adalah terendah keempat di level US$102,89 per barel.
Minyak Iran tidak mahal karena minyaknya memiliki kandungan sulfur tinggi sehingga diperlukan fasilitas desulfurisasi untuk pengilangan. Negeri Persia itu juga tidak banyak menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, seperti bensin.
Minyak mentah termahal berasal dari Yaman (US$119,77 per barel), diikuti dengan minyak Norwegia (US$116,81), Vietnam ($115,20), Malaysia ($112,83), Brunei ($111,96), Rusia ($111,49) dan Filipina ($110,60).
Minyak mentah dari negara-negara Timur Tengah di luar Iran, Oman dan Yaman, seperti dari Uni Emirat Arab ($108,60), Arab Saudi ($106,29), Qatar ($105,74), Kuwait ($104,71) dan Irak ($103,41) diimpor dengan harga hingga US$5,71 lebih tinggi dari minyak Iran.
Dalam hal volume impor, Arab Saudi menjual yang terbanyak, yakni sebesar 265,57 juta barel, diikuti Kuwait (104,13 juta barel), Qatar (84,50 juta barel) dan Iran (82,60 juta barel).











