IMQ, Jakarta —
Keberhasilan Indonesia meraih Investment Grade dari Moody's Investor Services mendongkrak kinerja IHSG sepekan. Indeks melonjak 51,19 poin (1,30%) ke level 3.986,51 dibandingkan dengan penutupan pekan lalu 3.935,32.
Demikian penuturan Pengamat Pasar Modal Jimmy Dimas Wahyu dalam risetnya kepada IMQ, Sabtu (21/1).
Ia memaparkan rating investment grade ini menjadi sentimen positif bagi bursa Indonesia.
Ia pun memaparkan faktor eksternal dan internal yang memengaruhi pergerakan IHSG dalam sepekan, antara lain:
Eksternal
• Data Home Builders dari The National Association of Home Builders/Wells Fargo naik ke level tertinggi selama 4,5 tahun terakhir sejak Juni 2007 dan merupakan kenaikan keempat kalinya secara berturut-turut. Data tersebut naik 4 poin menjadi 25 lebih baik dari perkiraan
• Data Jobless Claims selama dua pekan terakhir turun 50.000 menjadi 352.000, level terendah sejak April 2008 menurut Departemen Tenaga Kerja AS
• Data Existing Home Sales selama bulan Desember naik 5% menjadi US$4,61 juta berdasarkan data The Natinal Association of Realtors
• Pertumbuhan Ekonomi China (atau GDP) pada Kuartal IV 2011 naik menjadi 8,9% dan melebihi ekspektasi.
Internal
• Indonesia mendapatkan rating investment grade dari Moody’s menjadi Baa3. Sejauh ini sudah 2 lembaga pemeringkat Internasional yang sudah melakukan upgrade Indonesia pada level Investment Grade yaitu Fitch dan Moody’s
• Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia atau produk domestik bruto (PDB) atau biasa dikenal pula dengan Gross Domestic Product (GDP) pada Triwulan III 2011 menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,5% (year on year) (Positif)
• Inflasi Indonesia Desember 0,57%. Inflasi ini dipicu oleh kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, misalnya bahan makanan 1,62%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,50%, dan lain-lain. Dengan demikian, inflasi Indonesia sejak Januari sampai dengan Desember 2011 sebesar 3,79% sedangkan laju inflasi year on year (Desember 2010-Desember 2011) sebesar 3,79%
• Cadangan Devisa Indonesia pada bulan Desember 2011 menunjukkan penurunan menjadi US$110,123 miliar dari sebelumnya US$111,316 miliar pada bulan November lalu
• Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia selama bulan Desember naik 2.3 poin yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) sebesar 116.6 dari sebelumnya bulan November 114.3 yang menandakan optimisme konsumen Indonesia (Positif)
• Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia selama November turun 2,1 poin yang dilakukan oleh Roy Morgan bersama Kantor Dagang Indonesia (KADIN) sebesar 145,2 dari sebelumnya Oktober 147,03 yang menandakan optimisme konsumen Indonesia
• Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan menjadi 6% pada Januari
• Kepemilikan Asing dalam Surat Berharga Negara (SBN) per 19 Januari 2012 naik menjadi US$223,81 miliar dari sebelumnya US$222,86 miliar selama Desember.
Sementara itu, sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan terbesar adalah perdagangan (Trade) dengan kenaikan 1,68%, disusul oleh:
1. Aneka Industri (Miscelaneous) melonjak 2,61%
2. Pertambangan (Mining) terbang 1,50%
3. Manufaktur (Manufacture) menguat 1,44%
4. Keuangan (Finance) naik 1,43%
5. LQ45 (Blue Chip) naik 1,41%
6. Industri Dasar (Basic Industry) menguat 1,40%
7. Infrastructure (Infrastructure) naik 1,01%
8. Konsumen (Consumen) naik 0,45%
Sedangkan, sektor yang mengalami penurunan dipimpin sektor pertanian (agriculture) 2,06%, serta properti (property) turun 1,02%.
"Pada pergerakan IHSG pekan depan, kecenderungan koreks isehat dengan di level 3.930-3.960 dan berusaha bertahan di atas 3.900, setelah sebelumnya berhasil tembus di level psikologisnya 4.000," tuntasnya.











