IMQ, Jakarta —
Sebagai perusahaan distributor swasta produk olahan minyak bumi dan produk energi di Indonesia, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) terus mengembangkan jaringan bisnis dalam mendistribusikan produk-produknya bagi pelanggan di seluruh negeri.
Dalam pengembangan usahanya, perseroan dan anak usaha dibagi menjadi empat sektor, yakni perdagangan dan distribusi, logistik, manufaktur, dan pertambangan batubara.
Perseroan memiliki terminal tangki yang besar di pelabuhan laut Indonesia untuk penanganan bahan kimia serta minyak bumi, di mana saat ini beroperasi pada beberapa pelabuhan laut dan pelabuhan sungai utama di Indonesia.
Pada tahun ini AKRA membidik penjualan tumbuh 20-25% atau mencapai sekitar Rp21-22 triliun dibandingkan proyeksi pada akhir 2011 yang diperkirakan mencapai Rp18 triliun-18,5 triliun.
Kenaikan penjualan ini ditopang kondusifnya ekonomi Indonesia yang ditargetkan tumbuh 6,7% dan akan berdampak pada fundamental ekonomi Indonesia, sehingga meningkatkan daya beli masyarakat.
Sementara adanya mengenai krisis yang terjadi di kawasan Eropa, perseroan berkeyakinan tidak akan mengganggu kinerjanya pada tahun ini.
Hal ini disebabkan pasar domestik Indonesia cukup besar untuk menyerap komoditas energi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM), sehingga krisis Eropa tidak akan memberikan pengaruh.
Analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro dalam risetnya mengatakan dalam pengembangan usahanya, diperkirakan beberapa tank terminal untuk petroleum dan kimia yang tengah dibangun dapat beroperasi pada pertengahan 2012.
"Dengan demikian, kapasitas tank terminal AKRA bertambah sekitar 76,500 kilo liter (KL) menjadi 619,150 kilo liter (KL),’ ujarnya.
Untuk mendukung langkah ini perseroan mengalokasikan dana belanja modal tahun ini sekitar Rp1,24 triliun yang berasal dari kas internal.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian kapal-kapal seperti kapal tongkang, SPOB dan termasuk biaya untuk tank terminal serta peningkatan kualitas jalan pengangkutan batubara di Kalimantan (Tapin dan Muara Teweh).
Menurut Yualdo, melihat kinerja perseroan ke depan pihaknya merekomendasikan beli (buy) untuk saham AKRA karena pihaknya melihat target perseroan relatif konservatif berbanding dengan estimasinya sementara potensi pertumbuhan petroleum dan logistik batubara masih menjanjikan.
Pada penutupan perdagangan Kamis (19/1), saham AKRA berada pada level Rp3.500 per saham, dengan volume sebanyak 29,17 juta lembar saham senilai Rp103,39 miliar.











