IMQ, Jakarta —
Menyambut Tahun Baru Imlek pada Senin (23/1), tampaknya pelaku pasar akan diberikan 'angpao' secara cuma-cuma. Bursa Indonesia akan melanjutkan kenaikannya di atas level 4.000 pada perdagangan Kamis (19/1).
Optimisme ini dipacu seiring dengan menguatnya Dow Jones sekitar 96,88 poin dan didorong membaiknya laporan sektor perumahan, turunnya PPI, serta terjadinya kesepakatan antara pemerintah Yunani dengan kreditur swasta, serta keberhasilan lelang SUN Jerman dan Portugal di tengah akan ditingkatkannya level pinjaman IMF.
Demikian diungkapkan Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang dalam risetnya Kamis (19/1).
Ia memaparkan membaiknya data sektor perumahan dari awal perkiraan, seperti indeks sentimen kontraktor perumahan naik mencapai level tertinggi sejak Juni 2010, naiknya aplikasi KPR pada pekan lalu sebesar 20%, turunnya indeks Harga Produsen bulan Desember (PPI).
Data lainnya yang menggembirakan adalah laporan optimistis atas Yunani yang akan mencapai kesepakatan dengan swasta akhir pekan ini, serta keberhasilan lelang SUN Jerman dan Portugal, serta adanya laporan yang mengatakan IMF tengah mempertimbangkan menaikkan kapasitas pinjamannya menjadi faktor penguat pendorong Dow.
"Bursa Indonesia diperkirakan akan bergerak di level 3.953-4.020," ujar Edwin.
Ia melihat pola 'two white soldiers' terbentuk atas IHSG dengan mengindikasikan 'excess demand and bullish continuation'.
Ia pun merekomendasikan beberapa saham pilihan, antara lain Semen Gresik Tbk (SMGR) rekomendasi beli di Rp12.250, Bank Mandiri Tbk (BMRI) beli di level Rp6.900, United Tractors Tbk (UNTR) beli di level Rp29.000, Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) beli di level Rp7.000.











