IMQ, Jakarta —
Japan Airlines (JAL) telah menunjuk seorang mantan pilot maskapai itu sebagai presiden baru perusahaan, sebagai upaya untuk melanjutkan program pemulihan.
Senior managing executive officer Yoshiharu Ueki akan menggantikan Masaru Onishi bulan depan sebagai presiden JAL yang baru, atau hampir setahun setelah JAL menuntaskan proses kepailitannya.
“Selama tahun pertama (program restrukturisasi), kami berkonsentrasi hanya pada program pemulihan yang aman,” kata Ueki dalam konferensi pers di Tokyo, Selasa (17/1).
Di bawah pengawasan pemerintah, JAL menyelesaikan proses kepailitan pada Maret tahun lalu setelah menjadi kegagalan perusahaan Jepang terbesar di Jepang pada Januari 2010 dengan utang mencapai sekitar 2,32 triliun yen (US$30 miliar).
Maskapai Jepang ini untuk sementara mengurangi rute penerbangan dan beralih ke pesawat berbadan kecil menyusul turunnya trafik penerbangan pasca bencana tsunami dan gempa.
Media lokal melaporkan bahwa JAL mungkin akan go public pada September 2012. Ueki mengatakan bahwa tercatatnya saham JAL di lantai bursa juga termasuk langkah penting dalam mendukung program restrukturisasi.
Ueki, putra aktor kabuki Kataoka Chiezo, bekerja di JAL pada 1975 dan ia terus menekuni profesinya sebagai pilot hingga akhirnya bergabung ke dalam jajaran direksi perusahaan dua tahun lalu.











