IMQ, Jakarta —
Tajamnya kejatuhan saham-saham perusahaan besar, seperti Citigroup sekitar 8,1% membuat Dow Jones ditutup naik moderat 60,01 poin (mengacu pada Dow Futures yang sempat naik 100 poin) di tengah rasa optimisme investor melihat penutupan bursa China di atas 4%.
Menguatnya Bursa China dibantu oleh data GDP yang sedikit di atas konsensus dan lolosnya Spanyol dalam tes awal lelang obligasi jangka pendek, membuat periset MNC Securities Edwin Sebayang menyarankan investor untuk segera merealisasikan keuntungan.
"Hal ini karena saya melihat ada peluang bursa regional mengalami aksi profit taking dalam komoditas perdagangan Rabu (18/1) ini," kata Edwin dalam risetnya Rabu (18/1).
Pada perdagangan hari ini, sambungnya, saham-saham komoditas akan banyak memainkan peranannya setelah mengalami kenaikan di pasar komoditas tadi malam.
Kejatuhan saham Citigroup dipicu oleh laporan keuangannya yang mengecewakan di tengah data manufaktur di New York naik ke level tertinggi sejak April 2011, serta di tengah rasa optimisme yang sangat tinggi setelah Bursa China naik tajam 4% setelah data konsensus ekonomi, yakni 8,9% (padahal GDP China adalah di level terendah dalam 2,5 tahun terakhir.
"Untuk perdagangan hari ini, Bursa Indonesia akan bergerak di level 3.909-3.997," hitungnya.
Ia pun merekomendasikan beberapa saham pilihan, antara lain Astra International Tbk (ASII) trading buy di Rp76.950, Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) trading buy di Rp6.900, United Tractors Tbk (UNTR) sell on strength di atas Rp880, Bank Mandiri Tbk (BMRI) trading buy di Rp6.750.











