IMQ, Jakarta —
Royal Bank of Scotland (RBS) mengumumkan bahwa mereka telah sepakat untuk menjual divisi penyewaan (leasing) pesawat kepada Sumitomo Mitsui Banking Corp senilai US$7,3 miliar (6,2 miliar euro).
“Mencapai kesepakatan di tengah situasi pasar yang gonjang-ganjing merupakan sukses signifikan bagi divisi non inti kami dan salut untuk SMBC,” kata Direktur Keuangan RBS Group Bruce Van Saun dalam pernyataan tertulis yang dirilis, Selasa (16/1).
Transaksi ini merupakan bukti perkembangan yang kami lakukan untuk mengurangi portofolio non inti dan mengembalikan kelompok bisnis ke posisi yang kuat.
RBS Aviation Capital yang bermarkas di Dublin, Irlandia, didirikan pada 2001 dan menjadi perusahaan leasing terbesar keempat di dunia.
Dikelola oleh 69 karyawan, perusahaan ini memiliki 206 jet yang disewakan kepada 65 maskapai penerbangan di 24 negara.
Perusahaan ini memiliki komitmen untuk membeli 87 pesawat lagi hingga 2015, senilai US$3,7 miliar.
Penjualan unit bisnis ini diperkirakan akan tuntas pada akhir kuartal III 2012.
RBS memutuskan untuk melepas unit bisnisnya ini sebagai bagian strategi divestasi setelah mendapat talangan dari pemerintah Inggris menyusul imbas dari krisis keuangan. Publik kini memiliki 83% saham di RBS.
Sumitomo Mitsui Banking Corp telah setuju dengan kesepakatan ini mewakili konsorsium yang terdiri atas induk perusahaannya, Sumitomo Mitsui Financial Group, dan Sumitomo Corp.
“Dengan penjualan ini, konsorsium ini akan mengakuisisi RBS Aviation Capital senilai US$7,3 miliar, (£4,7 miliar),” menurut pernyataan RBS.











