IMQ, Jakarta —
Perusahaan minyak milik negara Arab Saudi, Aramco, telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan asal China, Sinopec, Sabtu (14/1), untuk membangun sebuah kilang minyak di kota Yanbu, yang terletak di laut Merah.
Proyek kilang minyak yang diberi nama Yasref ini ditargetkan beroperasi pada 2014 dan memiliki kapasitas pengolahan minyak 400.000 barel per hari, tulis kantor berita Saudi, SPA.
Aramco nantinya menguasai 62,5% saham dan sisanya dikuasai Sinopec, dan kerjasama ini menjadi bukti meningkatnya peran China dalam pembangunan kilang di negeri petro dolar tersebut.
Kesepakatan itu mencerminkan adanya kemitraan strategis dalam industri pengilangan minyak antara salah satu produsen energy utama di Arab Saudi dengan salah satu konsumen penting di dunia, kata presiden dan CEO Aramco Khalid al-Falih.
China – yang saat ini tengah berjuang untuk mengamankan pasokan minyaknya untuk menjaga pertumbuhan ekonominya -- mengimpor 232 juta ton minyak mentah dalam periode 11 bulan 2011, atau naik 6,1% dibandingkan periode yang sama 2010.











