IMQ, Jakarta —
Diturunkannya rating sembilan negara Eropa oleh Standard & Poor's menjadi titik awal perkembangan market ke depannya akan lebih choppy & bumpy.
Kesembilan negara yang di-downgrade ratingnya adalah Italia, Spanyol, Siprus, Portugal, Prancis, Austria, Malta, Slovakia, dan Slovenia.
Menurut Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, kondisi ini semakin memperberat pemulihan perekonomian negara-negara Eropa tersebut. Bahkan, menjadi lebih buruk karena dapat merembet ke negara Eropa lainnya dan tindakan downgrade lanjutan dapat terjadi jika kesembilan negara tersebut tidak bersungguh-sungguh melakukan pembenahan.
"Kami juga melihat dampak turunnya rating 9 negara Eropa tersebut membuat investor Eropa menahan diri guna melakukan investasi jangka pendek dan menengah," kata Edwin Sebayang dalam risetnya, Senin (16/1).
Bahkan, sambungnya, mustahil mereka melakukan pull-out sementara dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia bersiap-siap mengamankan posisi cash-nya.
Pekan ini data-data ekonomi yang cukup berat akan dirilis di beberapa negara seperti Amerika Serikat, contohnya PPI, industrial production, CPI & Existing Home Sales. Sedangkan beberapa data pendapatan emiten AS akan dipublikasikan, di antaranya Citigroup, Wells Fargo, Charles Schwab, Golman Sach, Bank of NY Mellon, US Bancorp, Ebay, BofA, Morgan Stanley, IBM, Microsoft, Ge & Schlumberger.
Sedangkan data-data ekonomi yang dirilis di wilayah Eropa antara lain CPI, construction ouput. German PPI, Italian Industrial Orders & Sales, German PPI. Di Jepang ada data produksi industrial, capacity utilization & leading index. Sedangkan data China antara lain industrial production, retail sales, leading economic index.
"Melihat situasi ini, kami hanya menyarankan untuk melakukan short term trading untuk blue chip, 'cuci habis' saham-saham 'zombie' yang naik tapi tidak punya dasar fundamental, termasuk PT Garuda Indonesia Tbk, karena puluhan orang menjualnya sehingga jangan sampai masuk ke dalam 'jebakan Batman'," sarannya.
Pada perdagangan hari ini, ia memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 3.880-3.949. Pola morning Doji Star terbentuk atas IHSG yang mengindikasikan adanya bullish reversal, tetapi lebih baiknya menunggu sebuah 'white candle' dengan harga penutupan di atas batasan level konfirmasi.
Ia pun merekomendasikan beberapa saham pilihan, antara lain PT United Tractors, PT Astra International, PT Indo Tambangmegah Raya, PT Adhi Karya. Sementara investor dapat melakukan sell on strength untuk PT Semen Gresik Tbk, PT Ciputra Property, PT Elnusa, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk.











