IMQ, Jakarta —
Kembalinya kekhawatiran mengenai perkembangan krisis utang Eropa dan juga dirilisnya data-data ekonomi Amerika Serikat terutama penjualan ritel dan klaim tunjangan pengangguran akan memberikan sentimen pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Demikian diungkapkan Analis Sinarmas Sekuritas, James Wahyudi di Jakarta, Jumat (13/1).
Menurut James, pada perdagangan akhir pekan ini secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak mixed.
"Indeks akan berada pada kisaran 3.875-3.930," terangnya.
Untuk saham-saham yang layak diperhatikan sepanjang perdagangan hari ini antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
Sementara itu, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan walaupun terjadi penguatan tipis indeks Dow Jones sebesar 21,57 poin di tengah membaiknya bebebrapa data ekonomi Amerika Serikat serta keberhasilan pemerintah Spanyol dan Italia menjual obligasi jangka pendeknya dengan yield yang jauh lebih rendah dari bulan sebelumnya, namun pihaknya melihat sentimen tersebut belum mampu mendorong IHSG meningkat lebih lanjut.
“Terlebih saham berbasis energi yang diperkirakan akan terkoreksi karena turunnya harga minyak mentah dunia sebesar US$1,58 per barel (1,56%) dan ditutup di bawah level US$100 akibat diundurnya kebijakan embargo atas minyak Iran,” terangnya.
Lebih lanjut Edwin memperkirakan IHSG akan berada pada level support-resistance 3.894-3.933.











