IMQ, Jakarta —
PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) telah merealisasikan penyertaan modal ke Golden Blossom Sumatera, anak perusahaan dengan porsi kepemilikan 65%. Penyertaan modal ini dilakukan dengan pengambilalihan dari pemegang saham independen.
Menurut Direktur GZCO Kho Livia Kartika, pemegang saham independen yang diambilalih adalah Bravissimo Ventures Inc atas kepemilikan 28% saham di Golden Blossom atau sejumlah 50.400 saham senilai Rp1.000 dengan harga Rp176.4 miliar.
"Dana tambahan untuk Golden Blossom ini diperoleh dari kas internal per tanggal 28 Desember 2011," kata Livia Kartika dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (13/1).
Setelah pengambilalihan atas Bravissimo Ventures, kepemilikan GZCO bertambah menjadi 171.000 lembar saham (95%) dibandingkan sebelum transaksi 120.600 lembar (77%). Selain GZCO, pemegang saham lainnya adalah PT Golden Zaga Indonesia sekitar 9.000 lembar (5%).
"Golden Zaga adalah perusahaan lokal yang merupakan salah satu pemegang saham pengendali perseroan, yang direalisasi melalui pengambilalihan dari pemegang saham sebelumnya, dilakukan untuk tetap menjaga kepemilikan Golden Blosson dan memenuhi aturan BKPMDN," tuturnya.
Hal ini lantaran status Golden Blosson juga sebagai PMDM dalam rangka perolehan impor pupuk untuk pengembangan kebun plasma dan perolehan mesin untuk pembangunan pabrik pengelola minyak kelapa sawit.
Manfaat dari transaksi ini bagi perseroan adalah akan menambah keyakinan investor publik akan penguasaan Golden Blosson, menambah porsi bagian laba yang menjadi hak perseroan, serta tambahan porsi laba ini diprogramkan tepat waktu saat Golden Blossom mulai memasuki masa komersial.
Mengantisipasi masa komersial, Golden Blossom tengah membangun pabrik pengolahan minyak kelapa sawit dengan kapasitas 45 ton per jam. Pabrik dijadwalkan mulai produksi komersial pada 2013.
Pendanaan pembangunan pabrik kelapa sawit ini sudah diprogramkan dengan dukungan dana internal dan pinjaman dari Bank Mandiri.
"Pihak bank pun setuju untuk mendukung pendanaan pembiayaan tanaman di kebun inti hingga status tanaman menghasilkan (TM) dan pendanaan tanaman kebun plasma hingga status TM dengan luas perijinan plasma 8.000 ha," tuntasnya.











