IMQ, Jakarta —
Ada yang tak lazim dalam aksi unjukrasa yang dilakukan para pekerja di pabrik milik Foxconn International Holdings Ltd. di kota Wuhan, China. Bukan ancaman pengerahan massa, mogok massal, menduduki atau segel pabrik yang dilakukan mereka, melainkan tindakan yang lebih nekat.
Sebuah laporan media, Rabu (11/1), menyebutkan bahwa ratusan pekerja di pabrik Foxconn di Wuhan mengancam melakukan aksi bunuh diri massal. Ancaman itu diberikan sebagai bentuk protes atas kondisi kerja yang menurut mereka tidak layak.
Sekitar 150 pekerja yang terlibat dalam aksi protes, mengancam akan melompat dari atap sebuah gedung milik perusahaan.
Namun, tindakan nekat itu belum kesampaian karena para manajer perusahaan dan sejumlah pejabat lokal Partai Komunis China membujuk para karyawan yang sudah gelap mata itu untuk mengurungkan niat mereka dan turun dari atap gedung. Sementara petugas pemadam kebakaran dan polisi berjaga-jaga di bawah dengan menyiapkan berbagai peralatan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, tulis suratkabar Inggris Telegraph.
Pada 2010, gelombang aksi bunuh diri terjadi di sebuah pabrik Foxconn di kota Shenzhen, yang mengundang perhatian dunia, yang mendorong perusahaan melakukan beberapa perubahan, seperti merekrut konselor dan memasang jaring pengaman dan peralatan lain guna mencegah terjadi kekerasan fisik oleh karyawan.
Sejauh ini belum ada pernyataan dari pihak manajemen Foxconn terkait dengan laporan tersebut. Foxconn adalah perusahaan elektronik terbesar di dunia, yang juga membuat konsul game Xbox 360.











