IMQ, Jakarta —
Jakarta Futures Exchange (JFX) atau Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) berencana go public atau mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2015 mendatang.
Direktur JFX Roy Sembel mengungkapkan rencana ini masih menunggu penerapan demutualisasi yang dilakukan JFX pada 2013.
"Tahun ini kita adakan persiapan demutualisasi, tahun depan penerapan demutualisasi dan dalam tempo hingga 2 tahun baru persiapan go public atau sekitar 2015," ujarnya di Jakarta, Selasa (10 /1).
Roy menambahkan rencana ini dilakukan sebagai bagian dalam upaya mengubah struktur kepemilikan organisasi dari struktur kepemilikan yang terbatas pada anggota menjadi struktur kepemilikan yang lebih luas sesuai dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas, sehingga terjadi perubahan orientasi organisasi dari orientasi non-profit menjadi berorientasi profit.
Untuk 2011 lalu, JFX mencatatkan tahun buku senilai US$10 juta dan diharapkan setiap tahunnya dapat tumbuh 10%-15%.











