IMQ, Jakarta —
Jakarta Futures Exchange (JFX) atau Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) mencatatkan volume transaksi perdagangan pada 2011 mencapai 7,58 juta lot atau tumbuh 40,1% bila dibandingkan periode sebelumnya 2010.
Direktur JFX Roy Sembel mengatakan jumlah tersebut, bila dirata-ratakan satu lot pada harga Rp150 juta, maka sepanjang tahun lalu transaksinya mencapai Rp1.100 triliunan.
“Hal tersebut masih akan terus bertumbuh pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya Selasa (10/1).
Roy menambahkan nilai transaksi JFX tahun lalu tersebut, paling besar diperoleh dari transaksi bilateral dan kontrak multilateral komoditi primer.
Pada 2011, transaksi bilateral atau biasa dikenal dengan sistem perdagangan alternatif (SPA) mencapai 7,50 juta lot dan volume transaksi multilateral sebanyak 78.506 lot.
"Perdagangan bilateral didominasi oleh transaksi perdagangan emas loco london yang naik 759,87% atau mencapai 3,35 juta lot,” tuturnya.
Sedangkan multilateral didorong oleh meningkatnya perdagangan kontrak berjangka emas yang mengalami kenaikan 437% menjadi 29.126 lot.











