IMQ, Jakarta —
Koreksi IHSG disinyalir karena keadaan jenuh beli (overbought) dan potensi profit taking di regional. Namun, mengindikasikan adanya minor uptrend dengan rekomendasi akumulasi.
"Penurunan IHSG kemarin (5/1) diartikan sebagai proses membuat upleg atau kaki bawah untuk penerusan minor uptrend," kata Senior riset HD Capital, Yuganur Wijanarko dalam risetnya Jumat (6/1).
Kondisi regional kian mencekam sebab krisis utang zona Eropa mulai menggentayangi bursa global seiring mengeringnya likuiditas interbank zona Eropa yang menyulitkan perbankan Eropa mendapatkan tambahan modal karena investor minta discount besar dan naiknya yield obligasi Prancis tenor panjang sebagai antisipasi akan turunnya rating 'AAA' negeri itu.
Belum lagi nilai tukar euro di bawah US$1,26 terhadap dolar AS, level terendah pertama kali euro sejak September 2010 sebagai implikasi kekhawatiran atas krisis utang Eropa dan investor berlanjut skeptis atas kemampuan perbankan Eropa untuk meningkatkan modalnya.
Hal ini berdampak pada saham-saham beberapa bank besar Eropa yang turun tajam, seperti Credit Suisse anjlok 5,35% dan Deutsche Bank 6,21%. Akibatnya, Dow Jones anjlok lebih dari 100 poin, namun berangsur membaik naik tertolong data tingkat pekerjaan yang membaik dalam jumlah perusahaan yang akan di lay off oleh perusahaan AS turun ke level terendah sejak Juni 2010, sementara tingkat pekerja swasta meningkat 325.000 di Desember.
Klaim tunjangan pengangguran kembali turun 15.000 unit mencapai 372.000, yang mendorong Dow Jones ditutup turun tipis 2,72 poin.
Ia pun merekomendasikan beberapa saham pilihan, antara lain:
1. Adaro Energy Tbk (ADRO) rekomendasi beli target harga Rp1875
Koreksi minor atau pullback di emiten batubara dengan market cap terbesar di sektornya setelah BUMI untuk mengisi price gap bawah yang terbentuk akibat lonjakan harga pekan lalu di Rp1.760 dan mengurangi gejala overbought (jenuh beli) dapat digunakan sebagai kesempatan untuk akumulasi jangka pendek dengan target resistance atas di Rp1.875
2. Astra International Tbk (ASII) rekomendasi beli target harga Rp77.100
Keadaan yang cukup overbought (jenuh beli) dan divergensi antara harga dengan stochastic 5 harian yang gagal mencetak new high dapat memicu profit taking untuk mengisi gap bawah di Rp76.000-74.900
3. Bank BNI Tbk (BBNI) rekomendasi beli target harga Rp4.050
Pelemahan rupiah mendekati 9.180 memicu sentimen negatif terhadap bank BUMN dengan basis dana peminjaman yang banyak mengandalkan obligasi pemerintah, namun secara kinerja fundamental tidak banyak berpengaruh sehingga koreksi tidak akan berjalan lama
4. Jasa Marga Tbk (JSMR) rekomendasi beli target harga Rp4.600
Bila terjadi koreksi di emiten jalan tol ini yang akan mendapat manfaat dari iklim suku bunga rendah untuk pembiayaan infrastruktur pembangunan tol serta peraturan pemerintah kondusif untuk land clearance, dapat dijadikan akumulasi untuk masuk ke pattern minor uptrend yang sedang terbentuk ini.











