IMQ, Jakarta —
Bursa Indonesia diperkirakan mengerem aksi beli di pasar melihat kekhawatiran terbaru di Eropa setelah terjadinya kekeringan likuiditas di pasar interbank dan besarnya discount yang diminta pasar ketika bank terbesar Italia menjual saham tambahannya.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang memaparkan penjualan saham tambahan ini dilakukan untuk menaikkan modal mereka sehingga sempat membuat indeks Wall Street turun, walau akhirnya ditutup flat.
"Pola trading sangat disarankan karena euforia bulan Januari pelan tapi pasti akan meredup dalam waktu dekat ini," kata Edwin dalam risetnya Kamis (5/1).
Ia menceritakan Dow Jones sempat turun lebih dari 50 poin di awal perdagangan Rabu (4/1), dan akhirnya berhasil ditutup naik 21,04 poin diikuti flatnya The CBOE Volatility Index ditutup pada level 22, melanjutkan rally yang terjadi sebelumnya, namun kenaikannya terbatas.
Hal ini disebabkan, lanjutnya, krisis utang wlayah Eropa terlihat dari tajamnya kenaikan penempatan dana perbankan swasta untuk overnight deposito di Bank Sentral Eropa mencapai rekor tertinggi baru sekitar 453 miliar euro, yang mengindikasikan kekhawatiran tingkat tinggi di antara perbankan Eropa untuk saling memberikan pinjaman interbank dan semakin ketatnya ketersediaan dana.
"Akibatnya, membuat mahal bagi perbankan Eropa untuk mencari dana guna melakukan refinancing utang mereka," tambahnya.
Selain itu, turunnya permintaan KPR rumah baru dan rumah lama di tengah naiknya permintaan pabrik pada November 2011 akibat naiknya permintaan pesawat terbang.
"Alhasil, pola white opening Marubozu dengan volume moderat terbentuk atas IDX mengindikasikan excess demand dan bullish continuation secara terbatas," ungkapnya.
Ia pun merekomendasikan beberapa saham pilihan, antara lain Bank Mandiri Tbk dengan rekomendasi beli pada harga Rp6.800, Bumi Resources Tbk rekomendasi beli pada harga Rp2.300, Bank Rakyat Indonesia Tbk beli pada harga Rp6.900, Astra International Tbk beli pada harga Rp77.500, Bank Central Asia Tbk beli pada harga Rp8.050, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk jual saat kuat (SoS) pada harga 18.200.











