IMQ, Jakarta —
Kejatuhan Indeks Dow Jones sebesar 69,48 poin (0,56%) akhir pekan lalu serta ditandatanganinya undang-undang yang mengatur sanksi baru bagi Iran (Defense Authorization Act) oleh Presiden AS Barack Obama menjadi Faktor negatif bagi perdagangan Bursa Indonesia pada awal tahun 2012 ini.
Demikian diungkapkan Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, melalui pesan singkatnya di Jakarta, Senin (2/1).
Menurut Edwin, sanksi untuk menekan Iran atas program nuklirnya dan dimaksudkan untuk memukul sektor perminyakan Iran tentunya akan memicu ketegangan baru di wilayah Timur Tengah.
Selain itu, persoalan lainnya yang dihadapi ekonomi global adalah permasalahan krisis utang zona Eropa, terutama jika harga minyak mentah dunia naik tajam di atas US$120 per barel.
“Indeks akan bergerak pada level 3.809–3.852,” ujarnya.
Untuk saham-saham yang layak dikoleksi pada perdagangan hari ini antara lain PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Semen Gresik Tbk (SMGR).
Sementara Senior Research HD Capital, Yuganur Wijanarko mengatakan penutupan IHSG di atas level 3.720 (moving average10 bulanan) pada akhir 2011 lalu sudah cukup memberikan tanda bahwa tren secara keseluruhan akan mencapai perbaikan signifikan pada Januari 2012.
“Hal ini terutama apabila dilihat selama 2011, GDP dapat berada di atas inflasi walaupun rupiah melemah, sesuatu yang tidak pernah terjadi dalam perekonomian Indonesia,” tuturnya.
Pada awal perdagangan 2012 ini, menurutnya, indeks akan bergerak pada support 3.753-3.725-3.650 dan resistance 3.890-3.950-4.050.











