IMQ, Jakarta —
Bursa Indonesia pada perdagangan Kamis (29/12) diprediksi kembali terkena tekanan jual seiring jatuhnya indeks Dow Jones sebesar 139,86 poin dan merosotnya harga minyak mentah dunia sebesar 1,8% ke level US$99,55/barel.
Demikian diungkapkan Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang melalui pesan singkatnya di Jakarta.
Selain itu, lanjutnya, hal itu juga seiring terjungkalnya harga emas sebesar 2,53% pada level US$1.555/troy ounce serta timah terperosok 4,25% ke level US$18.600/ton di tengah menurunnya yield obligasi pemerintah Italia.
"Indeks akan bergerak pada level support-resistance 3.735 - 3.792," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Senior Research HD Capital, Yuganur Wijanarko yang mengatakan di tengah gempuran aksi ambil untung (profit taking) akibat pelemahan rupiah, IHSG masih terlihat dipertahankan di atas level psikologis 3.700.
"Setidaknya sampai tahun 2011 selesai, sehingga direkomendasikan akumulasi untuk menjual pasca liburan akhir tahun atau January effect nantinya," ujarnya.
Indeks diprediksi akan bergerak pada support 3.703-3.625-3.550 dan resistance 3.875-3.950-4.050.
Untuk saham-saham yang layak dikoleksi antara lain PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Astra International Tbk (ASII), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Alam Sutera Realty (ASRI).











