IMQ, Jakarta —
Volume perdagangan Bursa Indonesia diperkirakan akan tetap sepi hingga akhir tahun ini, yang ditandai dengan pergerakan indeks yang melemah.
Demikian diungkapkan Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Yualdo Yudoprawiro di Jakarta, Rabu (28/12).
Menurut Yualdo, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali bergerak melemah seiring sentimen negatif dari koreksi yang terjadi pada bursa regional.
"Support indeks berada pada level 3.750," tuturnya.
Pada pembukaan sesi I perdagangan Rabu, (28/12) IHSG dibuka turun tipis 6,334 poin (0,16%) ke level 3.783,091. Sedangkan Indeks LQ45 melemah tipis 1,597 poin (0,23%) ke level 668,418.
Penurunan ini terjadi seiring dengan koreksi bursa-bursa regional akibat terkena sentimen negatif dari bursa Amerika Serikat (AS) dan Eropa semalam yang bergerak sideways dengan volume perdagangan yang sangat tipis seiring investor masih dalam masa libur panjang akhir tahun.
Selain itu, data factory output Jepang pada November juga mengalami penurunan hingga 2,6%. Penurunan ekspor tersebut terjadi karena tingginya nilai tukar yen dan banjir di Thailand.
Sementara harga minyak dunia pagi ini terkoreksi tipis ke level US$101,2 per barel.











