IMQ, Jakarta —
Bursa Indonesia diperkirakan akan bergerak lesu dalam volume perdagangan yang tipis menjelang penutupan akhir tahun 2011 ini.
Demikian diungkapkan kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang di Jakarta, Rabu (28/12).
Menurut Edwin, indeks pada perdagangan Rabu, akan bergerak dengan kisaran support-resistance pada level 3.752 – 3.820.
“Harapan satu-satunya datang dari aksi window dressing yang dilakukan fund manager atau emiten agar nilai kelolaan dan aset mereka tetap terjaga,” ujarnya.
Window dressing adalah suatu aksi dari korporasi untuk menaikkan harga sahamnya guna mempercantik pembukuan menjelang akhir tahun (penutupan buku).
Selain itu, lanjutnya, hal yang perlu diperhatikan adalah kembali naiknya harga minyak mentah dunia sebesar 1,69% mendekati level US$101,5 per barel setelah pemerintah Iran mengancam akan menutup Selat Hormutz jika Iran kembali dikenakan embargo ekonomi di tengah latihan perang yang dilakukan negara itu.
Sementara Analis Sinarmas Sekuritas James Wahjudi mengatakan IHSG pada perdagangan Rabu (28/12), secara teknikal akan bergerak mixed dengan kisaran 3.763-3.810.
"Sentimen pergerakan indeks akan datang dari pengumuman data indeks home price, consumer confidence dan manufaktur di Amerika Serikat," ujarnya.
Untuk saham-saham yang layak dikoleksi pada perdagangan hari ini antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bukit Asam (PTBA) dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI).











