IMQ, Jakarta —
Menutup pekan ini, pergerakan bursa Indonesia mengalami penguatan 28,80 poin (0,76%) menuju level 3.797,15 dibandingkan dengan pekan lalu bertengger di level 3.768,35.
Jimmy Dimas Wahyu, pengamat pasar modal, menguraikan pencapaian ini didukung oleh sentimen positif dari global dan domestik.
"IHSG pada pekan ini sudah pernah mencapai level 3.800, namun kembali turun tipis guna mencari kesimbangan baru," urai Jimmy dalam risetnya kepada IMQ, Sabtu (24/12).
Ia mencatat beberapa faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi keseimbangan IHSG, antara lain:
Eksternal
• Data pembangunan rumah baru di AS pada November menunjukkan kenaikan 9,3% menjadi 685.000 (yoy) yang merupakan kenaikan tertinggi sejak April 2010 berdasarkan Departemen Perdagangan.
• Data Jobless Claims AS mingguan (per 17 Desember) menunjukkan penurunan 4.000 menjadi 364.000 (yoy) yang menyentuh level terendah sejak April 2008 berdasarkan Departemen Tenaga Kerja. Survei yang dilakukan para ekonom memberikan estimasi hingga 375.000.
• Data Sentimen Konsumen menunjukkan kenaikan hingga 69,9 pada bulan Desember dibandingkan 64,1 pada November berdasarkan Universitas Michigan dan Thomson Reuters.
• Data penjualan rumah baru di AS naik menjadi 315.000 (yoy) pada November yang menunjukkan kenaikan tertinggi sejak April berdasarkan Departemen Perdagangan.
Internal
• Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia atau produk domestik bruto (PDB) atau biasa dikenal pula dengan Gross Domestic Product (GDP) pada Triwulan III 2011 menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,5% (year on year).
• Inflasi Indonesia bulan November 2011 sebesar 0,34%. Inflasi ini dipicu oleh kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, misalnya bahan makanan 0,59%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,20%, dan lain-lain. Dengan demikian, inflasi Indonesia sejak Januari sampai dengan November 2011 sebesar 3,20% sedangkan laju inflasi year on year (November 2010-November 2011) sebesar 4,15%.
• Cadangan Devisa Indonesia pada November 2011 menunjukkan penurunan menjadi US$111,316 miliar dari sebelumnya US$113,962 miliar pada Oktober lalu.
• Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia selama bulan November turun 1,9 poin yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) sebesar 114,3 dari sebelumnya pada Oktober 112,4 yang menandakan optimisme konsumen Indonesia.
• Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia selama November turun 2,1 poin yang dilakukan oleh Roy Morgan bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) sebesar 145,2 dari sebelumnya Oktober 147,03 yang menandakan optimisme konsumen Indonesia (Negatif).
• Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan menjadi 6% pada bulan Desember yang positif.
• Kepemilikan Asing dalam Surat Berharga Negara (SBN) per 20 Desember 2011 naik menjadi US$221,79 Miliar dari sebelumnya US$214,79 miliar selama November.
Dalam sepekan ini, sektor yang mengalami kenaikan Aneka Industri (Miscelaneous) 36,13 poin (2,85%) yang membukukan kenaikan terbesar, diikuti dengan:
• Konsumen (Consumer) melompat 33,64 (2,64%)
• Manufaktur (Manufacture) menguat 21,05 poin (2.19%)
• Pertanian (Agriculture) melesat 28,04 poin (1.33%)
• LQ45 (Blue Chips) kuat 8,08 poin (1,22%)
• Infrastruktur (Infrastructure) naik 7,43 (1.08%)
• Industri Dasar (Basic Industry) naik tipis 2,38 (0,60%)
• Keuangan (Finance) naik tipis 2,75 poin (0,56%)
Sedangkan sektor yang mengalami penurunan selama sepekan ini properti (Property) 2.80 (1,22%) yang membukukan penurunan terbesar, diikuti dengan:
• Perdagangan (Trade) anjlok 5,74 poin (1,01%)
• Pertambangan (Mining) terjerembab 17,18 poin (0,68%).
Ia meramalkan pergerakan IHSG pada pekan kelima Desember 2011 akan mencoba kembali menembus level 3.800 dan bertahan diatasnya dengan target terdekat level 3.830 – 3.880.
"Adapun koreksi pada IHSG akan berada pada level 3.720 – 3.750," ungkapnya.











