IMQ, Jakarta —
Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menegaskan prospek peringkat perbankan Indonesia stabil sekaligus merefleksikan kekuatan industri perbankan serta ekonomi dalam negeri yang sehat.
"Perbankan Indonesia seharusnya tetap bertahan atas kondisi perekonomian global. Pendapatan, provisi yang cukup dan modal memberikan motivasi yang berarti untuk menepis tantangan tersebut," kata Direktur Fitch's Financial Institutional Group, Julita Wikana, dalam keterangan tertulis diterima IMQ, Rabu (21/12).
Menurutnya, perbankan nasional diharapkan mampu mencatatkan keuntungan pada 2012 mendatang, kecuali jika ketidakpastian perekonomian global menghantam Indonesia. Keuntungan ini akan didorong oleh biaya dana yang lebih rendah dan bunga kredit yang dikelola guna mengimbangi tekanan kompetitif.
"Pertumbuhan kredit akan berada pada level 15% kendati lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.
Fitch juga memperkirakan net interest margin (NIM) perbankan nasional masih kuat, namun di bawah tekanan lantaran ruang lingkup yang terbatas. Peningkatan persaingan di pasar pun diprediksi dapat mengurangi NIM sampai batas tertentu.
Kualitas aset dan bunga kredit tetap terkelola pada tahun depan di tengah kondisi ekonomi domestik yang masih menguntungkan. Namun, setiap perkembangan lebih lanjut mungkin lebih moderat karena adanya risiko yang kemungkinan timbul dari pinjaman yang menumpuk sampai dengan 90 hari seiring dengan percepatan pertumbuhan kredit.
Di samping itu, tekanan pada modal dapat diimbangi dengan pendapatan yang lebih besar, pertumbuhan kredit yang lebih rendah, dan injeksi modal. Akhirnya, Fitch mengharapkan modal dapat menjadi penopang mengingat laba yang sehat dapat menjadi pijakan perbankan untuk menepis kerugian.
Sebelumnya, Fitch juga menaikkan peringkat delapan perbankan domestik, antara lain PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNNI).
Selain itu, Lembaga Pembiayaan Export-Import Indonesia (Indoexim), PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII), dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).











