IMQ, Jakarta —
Menteri Kelautan dan Perikanan mengungkapkan 83 proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) koridor Sulawesi menghabiskan investasi sebesar Rp193 triliun.
"Pemerintah akan membangun 83 proyek di koridor Sulawesi," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga Ketua MP3EI Koridor Sulawesi Sharif C. Sutardjo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (21/12).
Menurutnya, 83 proyek ini memakan waktu hingga tiga tahun, di mana pengerjaannya dimulai pada 2012 hingga 2015.
Beberapa proyek koridor Sulawesi antara lain pembangunan jalur kereta api dengan tahap pertama sepanjang kurang lebih 700 km Makassar–Soroako. Tahap kedua sekitar 400 km Pare-pare–Pasang kayu dan tahap ketiga kurang lebih 1.000 km Pasang Kayu–Manado. Perencanaan pembangunan jalur Kereta Api Mamminasata sepanjang 200 km.
Ada juga pengembangan dan pembangunan bandar udara pada setiap provinsi, baik bandara internasional maupun bandara lainnya, pengembangan dan pembangunan pelabuhan pada setiap provinsi, baik pelabuhan hubungan internasional maupun pelabuhan lainnya, termasuk pelabuhan petikemas, percepatan pelaksanaan interkoneksi listrik se-Sulawesi, pembangunan pembangkit dan jaringan transmisi listrik se-Sulawesi, jaringan penerbangan dan angkutan kapal laut saling menunjang se-Sulawesi.
"Memang dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala seperti regulasi, perbankan, ilmu pengetahuan dan teknologi, SDM hingga konektivitas," ujarnya.
Namun, lanjutnya, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sarana serta prasarana pada wilayah kepulauan dan perbatasan akan diprioritaskan. Dengan adanya program MP3EI akan mendorong pelabuhan Samudera Bitung, Sulawesi Utara menjadi pelabuhan hubungan Port International dalam pengembangan konektivitas infrastruktur di Indonesia Timur.
"Pengembangan pelabuhan Bitung menelan dana Rp425 miliar, di mana tahun ini dialokasikan Rp40 miliar, 2012 sekitar Rp30 miliar, serta 2013-2014 menelan investasi Rp172,5 miliar," urainya.
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.26 Tahun 2008 dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) menetapkan Kawasan Budidaya Strategis Nasional (Kawasan Andalan) di Pulau Sulawesi meliputi 18 kawasan andalan, meliputi sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, pariwisata, pertambangan, industri pengolahan, dan agroindustri.
Koridor ekonomi Sulawesi terdiri dari enam pusat pertumbuhan ekonomi, yaitu Makassar, Manado, Kendari, Mamuju, Palu, dan Gorontalo.











