IMQ, Jakarta —
PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) berencana akan melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan I-2012 dengan jumlah pokok Rp1,5 triliun. Untuk tahap pertama, emisi surat utang yang diterbitkan dalam satu seri adalah sebesar Rp1 triliun dengan indikasi bunga sebesar 9,5%-10,25% per tahun.
Direktur Utama JPFA, Herry Wibowo mengatakan dana yang diperoleh dari penawaran umum obligasi ini rencananya sebesar 50% akan dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure), sebanyak 33,33% akan digunakan untuk pelunasan obligasi Japfa I-2007.
“Seluruh sisanya untuk kebutuhan modal kerja perseroan,” terangnya di Jakarta, Rabu (7/12).
Herry menambahkan pihaknya optimis obligasi berkelanjutan perseroan yang pertama ini akan dapat diserap dengan baik oleh pasar.
“Ini mengingat perseroan memiliki track record yang baik serta memiliki jajaran managemen yang berpengalaman,” terangnya.
Selain itu lanjutnya, hal itu juga didorong oleh peringkat perseroan yang semakin membaik semejak penerbitan obligasi Japfa I 2007 yang waktu itu memiliki peringkat idBBB+ dan sekarang meraih peringkat A+idn.
Sementara itu untuk obligasi berkelanjutan ini perseroan memperoleh pemeringkatan ganda (dual rating ) yaitu peringkat A+ dari Fitch Ratings Indonesia dan peringkat A dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Untuk pembayaran kupon bunga obligasi ini akan akan dilakukan setiap tiga bulan sekali, dimana pada penerbitan obligasi berkelanjutan I ini perseroan menunjuk PT Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Dalam obligasi berkelanjutan I Japfa ini periode penawaran awal (bookbuilding) dilaksanakan pada 7-22 Desember 2011, pernyataan Efektif dari Bapepam-LK diperkirakan dapat diperoleh pada 29 Desember 2011. Penawaran umum obligasi pada 2-6 Januari 2011. Sedangkan, pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada 13 Januari 2012.











