IMQ, Jakarta —
Pemerintah meraih bonus tandatangan (signature Bonus) hasil pelelangan langsung wilayah kerja migas Tahap III Tahun 2011 dan lelang wilayah kerja gas metana batubara (GMB) sebesar US$14 juta (Rp127,09 miliar).
"Bonus ini terdiri dari dua, yakni lelang WK (wilayah kerja) migas sebesar US$6,5 juta dan wilayah kerja GMB sekitar US$7,5 juta," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian ESDM, Susyanto, di Jakarta, Rabu (7/12).
Ia mengungkapkan pemerintah telah menetapkan enam pemenang lelang WK migas untuk tiga tahun masa eksplorasi berupa studi G&G senilai US$4,85 juta, survei seismik 2D sepanjang 2.567 kilometer, survei seismik 3D seluas 500 km2, serta pengeboran sumur eksplorasi sebanyak dua sumur.
Total investasi dari komitmen eksplorasi ini sekitar US$38,15 juta. Enam pemenang WK migas, yakni Eurorich Group Ltd, PT Anugerah Mutiara Sentosa, PT Terra Global Vestal, PT Mentari Abdi Pertiwi, Konsorsium Serica Energy Pte Ltd-Neon Energy Ltd-Natuna Ventures Pte Ltd, serta Niko Resources.
Sementara pemenang wilayah kerja GBM dari delapan WK yang ditawarkan, hanya tujuh WK GMB yang diminati, antara lain GMB Bangkanai I, GMB Bangkanai II, GMB Bangkanai III, GMB Bangkanai IV, GMB Tanah Laut, GMB Kuala Kapuas II, serta GMB West Sanga Sanga I.
"Komitmen pasti eksplorasi dari tujuh pemenang lelang WK GMB untuk tiga tahun masa eksplorasi berupa studi G&G senilai US$4,1 juta, corehole sebanyak 14 hole senilai US$12,8 juta, sumur eksplorasi sebanyak 12 sumur senilai US$15,05 juta, dan tes produksi sebanyak tujuh sebesar US$3,7 juta.
Adapun total investasi dari WK GMB ini mencapai US$35,65 juta.
Sementara pemegang WK GMB adalah PT Sugico Graha mengerjakan WK GMB Bangkanai I, II, III, IV, dan West Sanga Sanga I. Sedangkan, PT Sumber Daya Enrgi mengerjakan GMB Tanah Laut dan PT Citra Pita Niagatama mengerjakan Kuala Kapuas II.











