IMQ, Jakarta —
Ketua Asosiasi Emiten Indonesia Airlangga Hartanto mengungkapkan tingkat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia cukup tinggi, namun masih dibayang-bayangi oleh dampak krisis Eropa.
"Jadi, Indonesia sangat membutuhkan investment grade sehingga investor dengan leluasa dapat membenamkan investasinya di Tanah Air," ujar Airlangga Hartanto alam seminar Global Economic Turbulance, G-20 and APEC New Challenges and Opportunity For Indonesia' di Jakarta, Selasa (6/12).
Ia mengungkapkan dengan mengantongi investment grade, Indonesia dapat keluar dari pengaruh krisis Eropa. Diharapkan dalam tiga hingga enam bulan ke depan, Indonesia sudah dapat mengantongi Investment Grade.
"Kita masih memiliki resiko yang cukup tinggi karena ada sentimen dari Eropa. Namun, investment grade memberikan kepercayaan pada bursa kita dalam waktu tiga bulan lagi," lanjutnya.
Menurutnya banyak analis yang memberikan ramalan bahwa Indonesia masih tetap bertumbuh di tengah pengaruh krisis Eropa.
Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings pernah menilai akan mempertimbangkan untuk menaikkan peringkat Indonesia menjadi investment grade paling cepat 12 bulan ke depan karena rumitnya perhitungan.
"Kita masih mempertimbangkan untuk menaikkan Indonesia menjadi investment grade kurang lebih 12-18 bulan ke depan. Itu karena credit rating itu cukup rumit perhitungannya, tidak bisa hanya satu faktor saja," kata Head of Sovereign Ratings Asia Pacific Fitch, Andrew Colquhoun, beberapa waktu lalu.











