IMQ, Jakarta —
Emiten yang dikenal dengan nama WOM Finance tengah bersiap-siap melakukan gebrakan pada tahun depan. Aksi ini semata-mata untuk meningkatkan performa perseroan menjadi lebih cantik lagi.
Periset e-Trading Securities Gradi M. Wijaya membeberkan WOM Finance berupaya melakukan pengetatan dalam pembiayaan unit motor dalam rangka memperbaiki sistem dan infrastruktur serta internal perusahaan.
"Sejalan dengan rencana tersebut, laju ekspansi akan tertahan untuk kurun waktu tertentu," kata Gradi dalam riset yang dipublikasikan 1 Desember 2011.
Saat ini, pembiayaan motor baru perseroan kurang lebih 570 ribu unit. Pembiayaan ini menurun dibandingkan dengan periode tahun lalu sebanyak 620 ribu unit.
"Hal ini disebabkan adanya penarikan motor (repossessed) naik 67,33%, yakni sebesar Rp80,95 miliar dibandingkan dengan periode sembilan bulan 2010," tuturnya.
Dengan penetapan nilai uang muka yang relatif kecil dan analisis kredit yang buruk memicu meningkatnya risiko pemberian kredit motor pada konsumen. Ditambah dengan turunnya harga pasar kendaraan bermotor khususnya motor Honda bertipe Revo, turut menambah kerugian WOM Finance.
Perlu diketahui, katanya, walaupun bunga yang dikenakan kepada konsumen relatif lebih besar, yakni kurang lebih 20% pada motor baru dan 30% pada motor bekas, namun bila ada nasabah yang membeli motor baru dan tiga bulan kemudian tidak mampu membayar cicilan sehingga harus direpo maka terjadi penurunan harga jualnya melebihi 20%.
"Sementara rata-rata DP antara 10-30% dari harga per unit motor. Belum lagi perusahaan multifinance harus mengeluarkan dana untuk proses penarikannya sehingga sistem perusahaan dalam melakukan studi kelayakan konsumen sangatlah penting untuk menekan kredit macet," tuturnya.
Kondisi ini akhirnya memberikan dampak buruk pada laba bersih perseroan di mana beban operasional meningkat 26,76% menjadi Rp1,189 triliun. Laba bersih anjlok 98% menjadi Rp2 miliar dari sebelumnya Rp128 miliar.
Untuk itu, lanjutnya, perseroan akan mengalokasikan pengembangan teknologi informasi dengan tujuan memberikan kemudahan akses antara kantor pusar dengan 210 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, serta kemudahan akses untuk nasabah.
"WOM Finance optimistis tahun depan pengembangan teknologinya akan selesai dikembangkan," urainya.
Selain itu, dalam hal ini perbaikan internal WOM Finance merekrut pegawai baru yang lebih berpengalaman. Hal ini tercermin pada peningkatan beban gaji sebesar 18% menjadi Rp361,79 miliar pada akhir September 2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kami juga terus memantau perkembangan WOM Finance ke depannya. Apakah langkah baru yang ditempuh akan berhasil dan memperlihatkan peningkatan laba perseroan di masa mendatang," selorohnya.
Pada tahun ini, ia memperkirakan kinerja pertumbuhan perseroan akan menurun dari periode sebelumnya karena WOM Finance tengah menekan laju ekspansi dan lebih memprioritaskan dananya untuk perbaikan infrastruktur maupun internal perusahaan.
"WOM memiliki PE sekitar 180 kali lebih tinggi dari PE rata-rata industrinya yang hanya 6,65 kali. Dibandingkan dnegan PB rata-rata industri sebesar 1,65 kali, WOMF memiliki PBV lebih rendah 1,1 kali," tuntasnya.











