IMQ, Jakarta —
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) membidik perolehan dana kelolaan melalui produk reksa dana Manulife Greater Indonesia Fund (MGIF) dalam setahun mencapai Rp1 triliun.
Presiden Direktur MAMI, Legowo Kusumonegoro, mengatakan produk reksa dana tersebut sebetulnya telah diluncurkan sejak 14 September 2011 lalu, namun karena melihat kondisi pasar dan perkembangan nilai tukar dollar, membuat perseroan baru memperkenalkan produk tersebut kepada umum saat ini.
"Sejak kami luncurkan September lalu sizenya masih sekitar Rp45 miliar, ini masih kecil karena kami memang mempersiapkan produk tersebut untuk 2012 mendatang," ujarnya di Jakarta, Selasa (29/11).
Reksa dana MGIF ini, lanjutnya, menawarkan 500 juta unit penyertaan dengan penempatan awal minimal US$100 dan penempatan minimal US$10.
Selain menggunakan stuktur biaya yang bebas biaya penempatan sehingga investasi lebih maksimal, fitur produk ini juga memungkinkan investor menikmati potensi imbal balik dari hasil pergerakan pasar rupiah dan dolar AS serta mengukur risiko volatilitasnya.
“Perseroan berharap produk ini menjadi alternatif bagi masyarakat untuk pengembangan simpanan dolar AS,” tambah Legowo.
Ke depan, kata Legowo, pihaknya berharap akan dapat menjual produk ini melalui 13 perbankan yang sudah menjadi Wakil Agen Penjual Reksa Dana (Waperd) MAMI.
Sementara Direktur Invesment Specialist MAMI, Putut Andanawarih, mengatakan untuk mendukung produk dan strategi MGIF serta produk-produk berbasis efek saham yang telah lebih dulu diperkenalkan MAMI, tim Equity MAMI juga memiliki formasi yang semakin lengkap.
"Perseroan percaya kekuatan tim baru kami akan memberikan nuansa berbeda pada MAMI termasuk produk dan strategis investasi baru tentunya," ujarnya.
Hingga Oktober 2011 MAMI telah mengelola Rp27,91 triliun melalui 17 produk reksa dananya.











