IMQ, Jakarta —
Ketertarikan pengembang asing untuk menjangkau para investor dan pembeli kalangan atas di Indonesia terus meningkat.
Demikian diungkapkan Chairman Jones Lang LaSalle Indonesia, Lucy Rumantir di Jakarta, Rabu (23/11).
Menurut Lucy, fenomena tersebut terlihat pada sektor properti di Singapura dimana pembeli Indonesia merupakan salah satu yang terbesar.
Sementara itu mengenai proyek kondominium mewah di London Inggris, The Tower hunian yang nantinya tertinggi seantero Eropa yang ditawarkan kepada investor Indonesia menurut Lucy diperkirakan akan mendapatkan perhatian yang besar dari calon investor dalam negeri mengingat sektor properti berkelas premium di London terus menunjukan pertumbuhan yang baik ditambah kondisi bahwa tidak dikenakannya pajak capital gain terhadap properti di sana serta tidak adanya pembatasan kepemilikan properti oleh orang asing.
"Hal-hal tersebut membuat investasi properti di London secara unik akan menarik dan cocok bagi investor dari Indonesia," ungkapnya.
Proyek kondominium ini akan membuat standar baru hunian mewah di daerah London bagian selatan dengan ketinggian bangunan mencapai 180 meter.
Lucy menambahkan dengan laju pertumbuhan ekonomi yang semakin kuat, investor dari Indonesia akan semakin tertarik memanfaatkan potensi keuntungan yang ada dan tentunya kesempatan menikmati gaya hidup kota seperti London.
Sementara itu Managing Director dari St George, Mark Griffiths mengatakan proyek semacam ini akan terus menarik perhatian investor mancanegara karena London masih dilihat sebagai pusat kapital dunia.
"Selain merupakan salah satu hunian paling mewah di London, The Tower juga merupakan bangunan yang paling ramah lingkungan di kelasnya. Proyek ini memiliki fitur-fitur green building seperti turbin angin di atapnya dan penggunaan sumber air dari London Aquifer untuk sistem kontrol temperatur gedung,” ulasnya.
Tak kalah pentingnya lanjutnya, pemasangan kaca glaze yang canggih sebagai komponen utamaeksterior gedung akan membuat The Tower memakai hanya 30% dari kebutuhan gas dan listrik di gedung sejenis, sehingga bisa menurunkan kadar emisi CO2 sebanyak 30-60%.











