IMQ, Jakarta —
Kuatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi salah satu fokus kunci pertumbuhan kinerja Bank DBS di wilayah Asia.
Demikian diungkapkan Presiden Komisaris Bank DBS Indonesia, Bernard Tan, di Jakarta, Selasa (22/11).
Menurut Bernard, lokasi geografis yang strategis, kuatnya konsumsi domestik serta besarnya segmen usia produktif yang didukung oleh semakin meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia.
Sementara hingga sembilan bulan pada 2011, perseroan mencatatkan laba sebesar Rp334,6 miliar atau melonjaK 319,98% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pencapaian laba tersebut ditopang peningkatan pendapatan operasional bersih sebesar 53,11% dari Rp110,9 miliar menjadi Rp169,8 miliar periode sembilan bulan 2011.
"Pertumbuhan kinerja positif ini mencerminkan upaya agresif serta komitmen jangka panjang perseroan dalam mengembangkan bisnis di Indonesia,” ujarnya.
Untuk rasio kecukupan modal (CAR) DBS berada di level 13,88%, jauh melampaui ketentuan minimum yang ditentukan Bank Indonesia.
"DBS Indonesia juga terus menjalankan praktik perbankan dengan prinsip kehati-hatian yang tercermin dari tingkat non performing loan (NPL) yang berada di level 1,42%, jauh di bawah batasan maksimum 5%," tuturnya.
Sementara return on asset (ROA) pada kuartal ketiga 2011 mencapai 2,08% atau empat kali lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 0,5%. Sedangkan return on equity (ROE) tercatat sebesar 13,39% atau naik hampir empat kali lipat dibanding kuartal III 2010 sebesar 3,47%.











