IMQ, Jakarta —
Beberapa hari lalu, salah satu emiten batubara di bursa, yakni PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), setuju untuk memberi Bakrie uang tunai kurang lebih US$1 miliar, yang digunakan untuk melunasi utang-utangnya.
Sebagai gantinya, BORN akan memperoleh 23,8% saham Bumi Plc. Adapun Bumi Plc sendiri adalah pemegang 29% saham Bumi Resources Tbk (BUMI), dan 85% saham Berau Coal Energy Tbk (BRAU).
"Yang menarik, BORN membeli Bumi Plc itu pada harga 10,9 poundsterling per saham, atau 47% lebih mahal dibanding harga rata-rata Bumi Plc di London," ungkap pengamat pasar modal Teguh Hidayat dalam risetnya 8 November 2011.
Ia menjabarkan ketika manajemen BORN mengatakan akan membeli 23,8% saham Bumi Plc, maka mereka akan memiliki kontrak ke BUMI, BRAU, dan BRMS. Kepemilikan 23,8% tersebut tentunya kecil untuk bisa mendapatkan kendali atas anak-anak usaha Bumi Plc.
BORN juga menyatakan mereka akan memegang 29,9% hak voting di Bumi Plc, namun dengan persentase yang kecil. Dengan demikian, tujuan BORN untuk mengambilalih Bumi Plc sepertinya bukan investasi jangka panjang.
"Menariknya, berdasarkan ketentuan otoritas bursa saham di Inggris, di mana Bumi Plc terdaftar. Seorang pemegang saham hanya bisa dianggap sebagai pemegang saham pengendali sekaligus hak voting minimal 30%," paparnya.
Sementara dengan strategi kepemilikan tidak langsung dengan cara mendirikan dua perusahaan di Singapura yang menjadi perantara kepemilikan BORN di Bumi Plc, BORN hanya akan memiliki 29,99% hak voting di Bumi Plc, sehingga secara umum Bumi Plc tetap dikendalikan oleh Bakrie.
"Kelihatannya, Bakrie berhasil mengalihkan utang-utangnya ke BORN, tanpa harus melepas kendali atas Bumi Plc," telisiknya.
Lantas, apa keuntungan BORN membeli Bumi PLc? BORN mengatakan dalam transaksi ini tidak terdapat klausal buyback, jadi 23,8% saham Bumi Plc yang diambil BORN tidak akan dikembalikan lagi ke Bakrie. Meski demikian, BORN dapat menjual ke pihak lain selain Bakrie.
"Faktanya di London sana, saham Bumi Plc pernah 'digoreng' dari harga 9 poundsterling pe saham, sampai sempat menyentuh 14 poundsterling. Saat ini, saham Bumi Plc turun lagi ke 7 pounds," imbuhnya.
Ia mengakui bila BORN menjalankan tekniknya, maka perseroan akan memperoleh keuntungan substansial. Namun, keuntungan tersebut sengaja dikaburkan dengan cara membentuk opini publik bahwa transaksi ini justru merugikan BORN.
"Ketika investor memandang negatif transaksi pembelian Bumi Plc ini, kemudian ramai-ramai melepas BORN, mungkin itulah yang diharapkan oleh pemegang saham BORN," tukasnya.
Ia menambahkan saham BORN adalah bagus dan tidak kalah bagus dengan BUMI. Tapi seperti halnya BUMI, mungkin mulai tidak bisa ikut menikmati pertumbuhan laba dari BORN.
"Akhirnya, beberapa sekuritas pun memprediksi saham BORN masih akan tertekan dalam waktu dekat karena transaksi ini," ujarnya.
Ia menyarankan bila investor tertarik, tetap terdapat peluang gain dari BORN, karena sahamnya masih baik, meski risiko juga lumayan besar.











