IMQ, Jakarta —
Lembaga pemeringkat dari Jepang, Rating and Investment Inc., memberikan rating Indonesia untuk utang jangka panjang valuta asing (foreign currency long term debt) pada level 'BB+' dengan posisi positif.
Menurut Kepala Biro BI, Difi A. Johansyah, R&I menyatakan afirmasi didasarkan pada kondisi perekonomian Indonesia yang semakin tahan terhadap pengaruh eksternal.
"Sovereign analis utama R&I untuk Indonesia, Kazuki Hara dan Atsushi Moriya, menilai perkembangan positif atas perekonomian Indonesia. Namun demikian R&I akan melakukan rating upgrade apabila memeroleh keyakinan bahwa Indonesia dapat mempertahankan stabilitas makro ekonomi, bahkan dalam menghadapi ketidakstabilan ekonomi dan keuangan global," ujar Difi dalam keterangan tertulis seperti dilansir laman resmi BI di Jakarta, Selasa (15/11).
Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono mengungkapkan kondisi perekonomian Indonesia dengan pertumbuhan yang kuat memperlihatkan keberhasilan dalam menjaga kestabilan makro ekonomi di tengah ketidakpastian ekonomi dan keuangan global.
"Momentum positif ini akan terus dipertahankan untuk mencapai peningkatan rating Indonesia ke depan," ujar Hartadi.
Rating action R&I terakhir Indonesia pada 14 Oktober 2010, ketika meningkatkan outlook sovereign rating Indonesia dari 'BB+'/stable menjadi 'BB+'/Positive.
Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) menaikkan long-term foreign currency rating Indonesia menjadi BB+ sekaligus menetapkan outlook positif dari sebelumnya BB. Sedangkan sovereign rating RI untuk long-term local currency tidak berubah, tetap di tingkat BB+ dengan outlook positif.
Peningkatan rating ini, membawa sovereign rating Indonesia berdasarkan penilaian S&P menjadi 1 notch lagi menuju investment grade.











