IMQ, Jakarta —
Bank Indonesia menyebutkan sikap rakus dari para pelaku pasar yang mengakibatkan sistem keuangan dunia menanggung utang dan terlalu besar dalam mengambil risiko.
"Sikap rakus inilah yang menyebabkan krisis yang terjadi di Amerika Serikat dan kawasan Eropa, sekaligus merupakan krisis lanjutan dari krisis 2008-2009 silam," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah dalam paparan pada seminar 'Memanfaatkan Capital Inflow dan Mengantisipasi Resisi Global', di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (9/11).
Ia menambahkan pemain pasar yang ingin mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya secara serampangan telah mengakumulasi utang di luar kemampuan mereka untuk membayarnya kembali.
"Di sisi lain, kreditur juga ingin memanfaatkan situasi ini dan mengambil risiko secara berani untuk memberikan pinjaman tanpa mitigasi risiko yang memadai," imbuhnya.
Selain itu, lanjutnya, krisis juga terjadi karena semakin 'terlepasnya' (de-coupling) sektor keuangan dari sektor rill yang seharusnya menjadi underlying dari perkembangan yang terjadi di sektor produk barang dan jasa.
Total PDB dunia mencapai hanya mencapai US$61,96 triliun, dengan total volume perdagangan uang mencapai US$4 triliun per hari atau US$1.000 triliun per tahun, yang berarti sekitar 16 kali lipat yang ada di sektor produksi.
Indonesia dengan sistem keuangannya yang relatif berkembang masih belum terkena dampak krisis global tersebut secara signifikan. Bahkan, telah banyaknya kebijakan yang Bank Indonesia dan pemerintah keluarkan sebagai langkah partisipasi yang dapat dilakukan efektivitasnya.
"Namun yang lebih penting kepada para pelaku pasar modal maupun pasar keuangan, saya berharap dapat senantiasa melakukan transaksi dengan underlying yang jelas dan memiliki keterkaitan dengan sektor rill serta menerapkan prinsip-prinsip manajemen risiko yang efektif," imbuhnya.
Ia menegaskan bukan transaksi keuangan yang canggih yang dibutuhkan oleh Indonesia, melainkan transaksi keuangan yang mendorong aktivitas rill dan pertumbuhan ekonomi yang mendorong kesejahteraan rakyat.











