IMQ, Jakarta —
- PT Mandiri Investasi akan meluncurkan 2 produk reksa dana terproteksi yaitu Reksa Dana Terproteksi Mandiri Protected Smart Seri 2 (SMART 2) dan Reksa Dana Terproteksi Mandiri Protected Smart Seri 3 (SMART 3) dengan target dana investasi Rp200 miliar.
Direktur Mandiri Investasi, Andreas M. Gunawidjaja menerangkan reksa dana SMART 2 berinvestasi minimal 80% di obligasi pemerintah atau korporasi dengan rating id AA dan sisanya maksimal 20% di instrumen pasar uang atau kas pembagian imbal hasilnya dilakukan setiap 3 bulan sekali.
"Investor dapat melakukan penjualan kembali (redemption) setiap 3 bulan sekali. Pertama kali 1 tahun setelah tanggal peluncuran," tukasnya di dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (4/11).
Andreas menambahkan SMART 2 dapat memberikan indikasi imbal hasil 8% per tahun, berjangka waktu sekitar 3 tahun dengan proteksi nilai investasi awal 100% pada tanggal jatuh tempo.
Sedangkan reksa dana SMART 3 memiliki jangka waktu investasi kurang lebih 3 tahun dengan minimal 80% pada obligasi pemerintah atau korporasi yang memiliki rating minimal idA+ dan sisanya maksimal 20% di instrumen pasar uang atau kas pembagian imbal hasil reksa dana ini dilakukan setiap 3 bulan sekali.
"Pemilik unit penyertaan dapat melakukan penjualan kembali (redemption) setiap 6 bulan sekali, dimana penjualan kembali yang pertama dapat dilakukan 1 tahun setelah tanggal peluncuran," terangnya.
Ia menambahkan investor dapat berinvestasi di SMART 3 dengan indikasi imbal hasil 8,2% per tahun, berjangka waktu sekitar 3 tahun dengan proteksi nilai investasi awal 100% pada tanggal jatuh tempo.
Untuk kedua produk ini lanjutnya, perseroan tidak bekerja sama dengan perbankan sebagai agen penjual, namun akan melakukan penjualan langsung kepada investor.
"Adapun penjualan reksa dana ini akan dilakukan berdasarkan ketentuan pada prospektus yaitu unit penyertaan reksa dana terproteksi dapat diperoleh dimulai Rp10 juta," ulasnya.
Sebagai perusahaan manager investasi, PT Mandiri Investasi hingga 2 November 2011 mencatatkan dana kelola sekitar Rp20,3 triliun.











