IMQ, Jakarta —
Menko Perekonomian Hatta Rajasa (31/10/2011) mengungkapkan bahwa share ekspor terhadap PDB Indonesia berkurang dari 28% menjadi 24%. Didukung rasio utang terhadap PDB yang rendah yaitu sekitar 26% maka indikator-indikator makro ini menunjukkan bahwa ketergantungan pertumbuhan ekonomi nasional tidak kepada ekspor dan keuangan international. Hal ini juga mengindikasikan model konsumsi ekonomi dalam negeri sudah mulai terbentuk sehingga berpotensi menyerap produk/jasa agen ekonomi nasional.
Dengan demikian kinerja jangka panjang emiten-emiten BEI diharapkan lebih stabil dan resisten terhadap terhadap dampak krisis keuangan global. Untuk mengoptimalkan pasar domestik, emiten BEI juga harus terus menciptakan nilai produk/jasa yang ditawarkan kepada konsumen atau buyernya dan diversifikasi pasar domestik. Sejauh ini, data perdagangan BEI juga menunjukkan bahwa volatilitas IHSG lebih dipengaruhi capital outflow yang menyebabkan sudden reversal dari dana panas para hedge fund.
Saham-saham consumer goods, otomotif, properti, konstruksi, infrastruktur, perdagangan dan keuangan/perbankan relative lebih kuat terhadap shock krisis finansial global kali ini. Namun, bagi emiten yang masih mengandalkan ekspor komoditas dalam jumlah massif seperti sector pertambangan dan perkebunan, dampak krisis cukup signifikan. Untuk sementara para investor yang ingin menghindari risiko berlebihan dapat mengakumulasi saham-saham non pertambangan dan perkebunan.
Selain itu, pengurangan share ekspor Indonesia juga memperkuat pelaku ekonomi kelas menengah sehingga struktur perekonomian nasional lebih kokoh. Jika dibandingkan dengan Singapura, Jepang, Korea dan developed country lainnya yang memiliki share ekspor hingga di atas 70%.
Namun ketika pemulihan krisis ekonomi global sudah menunjukkan perkembangan yang baik,maka nilai ekspor kita harus ditingkatkan kembali secara bertahap dan selektif. Selektif dalam pengertian bahwa emiten BEI dapat memilih dan memilah dengan cermat setiap Negara tujuan ekspor dengan risiko makro ekonominya relatif rendah.











