IMQ, Jakarta —
- PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) merupakan saham terbaik secara fundamental bila dibanding dengan dua kompatriotnya yang bergerak di industri onderdil dan suku cadang, yakni PT Astra Otoparts dan PT Indospring.
Menurut pengamat pasar modal Teguh Hidayat pencapaian ini setidaknya dibuktikan dengan pertumbuhan laba bersih sekitar 42,9% menjadi Rp161 miliar bila dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp112 miliar.
"Jadi, bila dihitung rata-rata laba per kuartalnya sekitar Rp54 miliar. Ini cukup baik untuk perseroan," ujar Teguh dalam risetnya yang dipublikasikan 24 Oktober 2011.
Pertumbuhan laba bersih ini tertolong dari 70% pendapatan SMSM berasal dari pasar ekspor, terutama Amerika Serikat dan Singapura. Saat ini, kondisi perekonomian AS tengah bermasalah meski tak sebutuk Eropa namun tidak berdampak langsung pada kinerja SMSM.
"Bisa dikata SMSM dapat bertahan meski dalam kondisi yang tidak kondusif sekalipun," imbuhnya.
Kabar baiknya, perusahaan tengah berencana untuk memperluas ekspor ke Timur Tengah guna mengantisipasi kondisi memburuk di Amerika dan Eropa yang mandek. Jika rencana tersebut direalisasikan, maka pendapatan serta laba bersih SMSM akan terus meningkat.
SMSM sendiri menargetkan pendapatan Rp2 triliun pada tahun depan, dan Rp4 triliun pada lima tahun mendatang dari pendapatan saat ini sebesar Rp1,3 triliun.
"Yang juga menarik untuk dicermati adalah neracanya, di mana total utang berkurang 10,4% dari Rp499 miliar menjadi Rp447 miliar," hitungnya.
Pengurangan tersebut, lanjutnya berasal dari penurunan utang obligasi sebesar Rp80 miliar yang jatuh tempo pada Junhi 2011 lalu. Sementara ekuitas SMSM meningkat hingga 20,5% terutama berasal dari peningkatan saldo labanya sekitar 25%.
"SMSM tidak hanya memiliki kinerja yang tetap tumbuh secara stabil, tetapi neracanya cukup sehat. Ini menjadi modal besar bagi perusahaan," tuturnya.
Secara valuasi, harga saham SMSM berada pada posisi Rp1.280 dan terbilang wajar, tertutama bila dibandingkan dengna pesaingnya, AUTO dan INDS. PER SMSM hanya 9,3 kali, jauh lebih rendah dari AUTO. Smenetara INDS, PER-nya lebih kecil dari SMSM, namun rights issue yang dilakukan beberapa waktu lalu membuat sahamnya tertekan.
"Jadi, target 1.400 sangat mungkin untuk direalisasikan, asalkan IHSG tetap menjaga posisinya," kata Teguh menambahkan.
Target jangka panjang harga saham SMSM sebesar Rp1.800. Diharapkan, target harga Rp1.400 dapat dilaksanakan paling lambat November ini.
"Jika Anda bisa ambil saham SMSM di posisi Rp1.200, maka nikmati kehebohannya," tuntasnya.











