IMQ, Jakarta —
- Setelah mengalami kenaikan yang cukup signifikan selama 3 hari berturut-turut, saham-saham emiten sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi akan mengalami aksi ambil untung (profit taking).
Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Yualdo Yudpawiro mengatakan tekanan aksi ambil untung yang terjadi membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi, khususnya emiten sektor perbankan.
"Saham-saham sektor perbankan yang telah menguat selama 3 hari tekahir dan terancam "profit taking" antara lain seperti saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)," ungkapnya di Jakarta, Rabu.
Menurut Yualdo, Indeks diperkirakan bergerak melemah dengan support di level 3,665.
Pelemahan ini mengikuti kondisi bursa Asia pagi ini turut dibuka terkoreksi sekitar 0,8 persen yang dipicu sentimen negatif dari bursa Amerika Serikat (AS) dan kawasan Eropa.
Sementara itu Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang mengatakan seiring tajamnya penurunan Indeks Dow Jones pada perdagangan semalam yaitu sebesar 207 poin akan memicu pelemahan bursa Indonesia.
"Selain itu juga turunnya tingkat kepercayaan konsumen AS terendah sejak Maret 2009 serta serta kekuatiran baru atas bagaimana kemampuan Eropa mendapatkan sebuah solusi atas krisis hutang yang sedang terjadi," ulasnya.
Investor juga merasa khawatir setelah Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan dia menentang draft kesimpulan yang akan dibawa dalam pertemuan besar Uni Eropa yang menyebutkan Bank Sentral Eropa akan terus melakukan pembelian obligasi di pasar sekunder.











