IMQ, Jakarta —
- Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil terus menarik minat investor, khususnya peritel asing untuk mengembangkan sayap bisnisnya di Indonesia.
Head of Research Jones Lang LaSalle, Anton Sitorus mengatakan dampak perkembangan ekonomi dirasakan di pasar pusat perbelanjaan sewa di Jakarta dan wilayah Indonesia umumnya.
"Permintaan dari peritel untuk menambah jumlah outletnya membuat tingkat hunian mal meningkat dari 85% di awal tahun menjadi 88% di bulan September 2011," ungkapnya pada Jakarta Property Market Statistics, di Jakarta, Selasa (12/10).
Anton menambahkan prospek pertumbuhan bisnis ritel ini tidak hanya mendorong ekspansi peritel yang sudah ada, namun juga peritel asing dan internasional yang melihat besarnya peluang dan potensi dari pertumbuhan kalangan menengah di Ibukota.
"Ini yang seperti dilakukan oleh Lotte Dept. Store dari Korea baru-baru ini," tukasnya.
Selain lanjutnya, stabilitas ekonomi juga mendorong perbankan untuk menurunkan suku bunganya untuk pembelian kondominium baru selama periode Juli sampai September 2011 meningkat sebesar 17% menjadi sebanyak 2,300 unit.
"Dengan demikian total penjualan kondominium baru dalam sembilan bulan pertama tahun ini sudah mencapai sekitar 6 ribu unit, dibandingkan tahun lalu yang secara keseluruhan hanya mencetak penjualan sebanyak 3,760 unit," terangnya.
Anton menambahkan tren penjualan kondominium di dalam kota ini juga didorong oleh meningkatnya kebutuhan akan hunian yang dekat dengan tempat beraktifitas seperti kantor ataupun sekolah, sebagai kompensasi dari makin parahnya kemacetan lalu lintas di Ibukota











