IMQ, Jakarta —
- Perekonomian Indonesia yang saat ini menjadi daya tarik investor asing akan menjadi landasan kuat bagi perkembangan positif sektor properti baik di Jakarta maupun kota besar lainnya.
Demikian diungkapkan Chairman Jones Lang LaSalle, Lucy Rumatir pada Jakarta Property Market Statistics, di Jakarta, Selasa (12/10).
Lucy menambahkan kecemasan akan penurunan ekonomi global akibat lambatnya pemulihan ekonomi Amerika dan Eropa diperkirakan tidak akan secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan pasar properti dalam negeri.
Selain itu, besarnya pangsa pasar dalam negeri yang ditunjang pertumbuhan di kalangan ekonomi menengah dan proyeksi perkembangan investasi dari mancanegara akan menjadi pendorong bisnis sekaligus penyangga terhadap gejolak instabilitas yang mungkin terjadi.
"Bukan tidak mungkin perekonomian dan perkemabangan pasar properti di Indonesia akan kembali mengalami masa keemasan seperti yang terjadi di pertengan tahun 90-an, " tuturnya.
Sementara itu Hasman Rusli yang membawahi bagian Capital Markets Jones Lang LaSalle mengatakan sama halnya yang terjadi di pasar kawasan industri, permintaan akan lahan dan fasilitas industri terus meningkat tajam akibat agresifnya ekspansi sejumlah perusahaan manufaktur dalam dan luar negeri khususnya dari sektor otomotif, farmasi dan consumer goods.
"Sejak tahun lalu permintaan mulai meningkat dan terus berlanjut hingga sekarang," tukasnya
Sebagai gambaran penyerapan lahan kawasan industri di Wilayah Jabodetabek hingga September tercatat sebanyak 681 hektar atau melonjak 107% dari tahun lalu.
Hasman menambahkan kondisi ini masih akan terus berlangsung seiring optimis kalangan investor terhadap perekonomian Indonesia yang sedang menanjak.











