IMQ, Jakarta —
- Keluarnya modal asing di Indonesia membuat cadangan devisa tergerus hampir US$10 miliar menjadi US$114, 5 miliar di akhir September 2011, namun aliran modal asing tersebut diyakini akan kembali deras masuk ke Indonesia.
Demikian diungkapkan Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia dan jugaWakil Ketua Komite Ekonomi Nasional, Muhammad Chatib Basri di Jakarta, Rabu (12/10).
Menurut Chatib, meski saat ini tercatat cukup banyak modal asing yang keluar di dari Indonesia, dalam jangka menengah aset non US$ yang ada di negara emerging market (termasuk Indonesia) justru menjadi alternatif pilihan investasi bagi investor pemegang dana segar.
"Pilihan investasi di negara emerging market menjadi seperti surga bagi mereka,"tukasnya.
Sementara itu Chief Economist CIMB Niaga, Winang Budoyo mengungkapkan cadangan devisa Indonesia hingga akhir September tercatat sebesar US$114,5 miliar atau turun dibanding cadangan devisa pada Agustus 2011 yang tercatat sebesar US$125 miliar.
"Ketidakpastian perbaikan ekonomi dunia turut menjadi pemicu larinya modal asing dari Indonesia," ulasnya.
Winang menambahkan krisis Eropa dan AS sendiri saat ini sudah merambah ke kawasan Asia Tenggara, dimana hal ini terlihat dari penurunan ekspor yang terjadi di negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.
"Kita berharap kondisi ini hanyalah sesaat, apalagi efek dari krisis global belum menyentuh sendi-sendi perekonomian Indonesia," paparnya.
Berdasarkan hasil riset perbankan yang dilakukan Bank Indonesia, BI meyatakan perbankan Indonesia merupakan salah satu sektor yang relative kuat dalam menghadapi goncangan krisis.
"Ini artinya perbankan bisa memanfaatkan kondisi ini untuk mencapai target pertumbuhannya," pungkasnya.











