IMQ, Jakarta —
- Setelah menguat tajam dalam 2 hari perdagangan yaitu hampir sebesar 105 poin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak lamban dalam kisaran terbatas yang dipicu oleh adanya aksi ambil untung (profit taking).
Demikian diungkapkan Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (12/10).
Menurut Edwin, perkembangan perdagangan ini sambil melihat perkembangan di zona Eropa dan isi FOMC Minute Meeting yg akan diumukan Rabu ini serta dimulainya musim laporan keuangan emiten kuartal 3 tahun 2011.
"Situasi ini ditengah meningkatnya kepercayaan regulator setelah menurunkan BI Rate 25 basis poin Selasa (11/10), lalu," ungkapnya.
Edwin menambahkan untuk regional bursa wall street ditutup beragam setelah bergerak dalam kisaran terbatas dalam perdagangan semalam, dimana Indeks Dow Jones turun tipis 16.88 poin (0,15%), sementara indeks Nasdaq naik 16.98 poin (0,66%).
Analis Samuel Sekuritas mengatakan bursa Indonesia yang telah menguat sekitar 8% dalam 5 hari terakhir diperkirakan akan terkena aksi profit taking terutama pada saham-saham yang telah menguat signifikan seperti sektor perbankan dan pertambangan.
"Support indeks berada di level 3.467," ulasnya.
Hal senada diungkapkan Research Analys PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), Purwoko Sartono yang mengatakan dorongan naik indeks mulai tertahan, menyusul kenaikan dalam 2 hari di awal pekan ini.
"IHSG diperkirakan akan bergerak mixed sepanjang perdagangan hari ini," tuturnya.
Pada pembukaan perdagangan hari ini (12/10) IHSG dibuka turun tipis 13.475 poin (0,38%) ke level 3,518.278. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah tipis 3.349 poin (0,54%) ke level 619.551.











