IMQ, Jakarta —
- Kondisi pasar modal Indonesia saat ini siap menghadapi dampak dari potensi krisis finansial yang terjadi di Amerika Serikat dan kawasan Eropa.
Demikian diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu), Agus Martowardojo dalam dalam pembukaan Investor Summit and Capital Market Expo 2011 di Jakarta, Rabu (5/10).
Menurut Agus, pihaknya meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengalami penurunan beberapa hari ini akan bisa kembali menguat ke depannya.
"Kita menjaga pasar modal untuk tetap kredibel dan yakin bahwa IHSG masih akan relatif baik, karena IHSG didukung oleh ekonomi Indonesia yang akan relatif baik dibandingkan negara lain di dunia," tukasnya.
Adapun dana asing yang keluar lanjut Menkeu, dinilainya sebagai hal yang wajar karena investor asing tersebut sudah menumpuk keuntungan di pasar modal Indonesia sejak 2008 lalu dan kini saatnya untuk merealisasikan aksi ambil untung (profit taking).
"Tapi nanti asing, pasti akan kembali ke negara ekonomi yang kuat dan prudent, serta memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang baik dan berkesinambungan. Jadi, kita positif dan tidak usah terlalu panik," tukasnya.
Meski mengalami koreksi tambah Menkeu, IHSG saat ini merupakan indeks yang masih terbaik dibandingkan negara lainnya, dimana hingga 30 September 2011 hanya minus 4%, Singapura minus16%, Malaysia minus 8%, London minus 13% , dan Dow Jones minus 5,7%.
Kekuatan ekonomi Indonesia juga berada dalam hal pengelolaan fiskal yang sehat dan disiplin, serta defisit yang mengecil. Adapun, dalam 10 tahun ke belakang defisit Indonesia tak lebih dari 2%.
"Dengan defisit yang minim, ini jangkar ekonomi yang stabil di Indonesia," ucapnya.
Selain itu, Menkeu juga menilai perekonomian Indonesia masih aman dari gejolak krisis utang yang terjadi di Eropa asalkan penerapan tata kelola keuangan perusahaan sesuai prosedur dengan kerangka kebijakan corporate governance.











