IMQ, Jakarta —
- Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menilai fundamental perekonomian Indonesia masih baik, sehingga investor pasar modal tidak perlu panik dengan krisis yang terjadi di kawasan Eropa dan Amerika Serikat.
Demikian diungkapkan Ketua AEI Airlangga Hartato, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/9).
Erlangga menambahkan dilihat dari kinerja emiten BEI hingga bulan September tahun ini lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
"Yang terjadi di Indonesia saat ini karena pengaruh eksternal dan jangka pendek. Namun, jika dilihat dari fundamental maupun kinerja emiten sudah jauh lebih baik,"tukasnya.
Selain itu menurutnya, kondisi pasar modal Indonesia tidaklah bisa terlepas dari sentimen global, namun gonjang-ganjing ini diharapkan tidak membuat banyak pihak panik.
"Ini lebih pada sentimen global dibandingkan sentimen fundamental kita," tambahnya.
Disamping itu dampaknya kondisi global saat ini lebih kecil jika dibandingkan dengan krisis yang terjadi pada tahun 2008 lalu, namun pihak pemerintah diharapkan dapat memberikan intervensi untuk mengantisipasi situasi tersebut.
"Dengan situasi semacam itu Indonesia lebih membutuhkan kebijakan secara pencegahan," tambahnya.
Sementara itu untuk menjaga kestabilan transaksi di pasar modal pihaknya berharap semakin banyaknya perusahaan-perusahan yang melakukan penawaran umum saham perdana (IPO), khhususnya yang bergerak di bidang perkebunan dan memiliki lini bisnis terintegrasi.
"Kita bisa mencari emiten yang punya potensi bagus, bisa dari sektor perkebunan yang punya downstream," pungkasnya











