IMQ, Jakarta —
- Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT International Nickel Tbk (INCO) menyetujui perubahan nama perseroan menjadi PT Vale Indonesia Tbk.
Vice President PT INCO, Bernardus Irmanto mengatakan perubahan nama tersebut direncanakan akan efektif pada awal tahun 2012 mendatang.
"Dalam perubahan nama ini kita harus melaporkan dulu kepada Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Energy Sumber Daya Mineral (ESDM)," ujarnya usai RUPSLB perseroan di Jakarta, Selasa (29/9).
Selain itu lanjutnya, hasil RUPSLB ini juga menyetujui pengangkatan Nico Canter sebagai Direktur Utama yang baru perseroan menggantikan menggantikan Tony Wenas yang mengundurkan diri sebagai Direktur Utama INCO pada Agustus lalu 2011.
Untuk ekpansi usaha ke depan menurutnya, perseroan juga mengangkat dua direksi baru untuk posisi project director yang dijabat Michael O'Sullivan dan Chief of Operating Officer yang dipegang oleh Joshimar Pieres.
Sepanjang semester I tahun ini perseroan berhasil membukukan total laba bersih senilai US$238,1 juta atau tumbuh 9% dibandingkan dengan periode yang sama 2010 sebesar US$218,8 juta.
Seiring peningkatan laba bersih, perseroan juga membukukan penjualan di 6 bulan pertama tahun ini senilai total US$ 715, 4 juta, dimana sebesar US$393 juta berhasil diraup perseroan pada kuartal II 2011 untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni dan sebesar US$322,4 juta kuartal I 2011.
Peningkatan penjualan ini tersebut dipicu meningkatnya penjualan nikel pada kuartal II tahun ini dengan total penjualan adalah sebanyak 19.438 metrik ton, sementara kuartal I tercatat sebanyak 15.689 metrik ton.
Sementara total laba sebelum bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi (EBITDA) pada semester I 2011 tercatat sebesar US$366,6 juta atau naik 9% dibandingkan dengan US$336,2 juta pada periode yang sama tahun 2010.











