IMQ, Jakarta —
- Citibank NA Indonesia memperkirakan fasilitas penyaluran (outstanding) kredit korporasi hingga saat ini telah mencapai sebesar US$1,4 miliar atau 93,33% dari target akhir tahun yang mencapai US$1,5 miliar.
Head of Global Banking Citi Indonesia, Kunardy Lie mengatakan dari sektor di korporasi yang menjadi target pembiayaan perseroan antara lain akan tetap berfokus pada sektor-sektor unggulan yang ada Indonesia.
"Fokus pembiyaan perseroan adalah sektor-sektor yangmenjadi daya tarik industri di Indonesia antara lain sumber daya alam, pertanian, pertambangan, consumer goods. Dimana total kredit perseroan sebesar 30%-40% untuk korporasi dan kita masih on track untuk kredit," ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (26/9).
Khusus untuk sektor consumer goods lanjutnya, merupakan salah satu sektor potensial bagi perseroan karena hampir 70% GDP (Gross Domestic Product) Indonesia dari konsumsi dalam negeri.
Ditambah dengan peningkatan jumlah masyarakat menengah seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menurut Kurnady, dari sisi aset di segmen korporasi, Citibank telah membukukan pertumbuhan sekitar 20% dan pembiayaannya sudah melebihi alokasi yang sebelumnya ditetapkan.
"Dari permodalan rasio kecukupan modal (CAR) perseroan saat ini lebih dari cukup," tuturnya.
Sebelumnya Citi Indonesia telah ditunjuk PT Charoen Phokphan Indonesia (CPIN) sebagai kordinator bank dari 12 perbankan lainnya dan bersama dengan PT Bank Cental Asia (BBCA) dan Bank Mandiri Tbk (BMRI) berperan sebagai joint mandated lead arrangers dan bookrunners untuk transaksi fasilitas pinjaman sindikasi CPIN senilai US$250 juta.
"Citi merasa terhormat untuk mengkoordinasikan pinjaman sindikasi ini, yang mana transaksi ini merupakan sebuah milestone untuk Citi,"tukasnya.











