IMQ, Jakarta —
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan awal ini, Senin (26/9) IHSG turun 4,984 poin (0,15%) ke level 3.421,362, sementara indeks LQ 45 juga merosot 1,237 poin (0,20%) ke level 591,481.
Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang mengatakan beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan investor antara lain faktor dalam negeri seperti pergerakan rupiah terhadap dollar, rencana pergantian (resuffle) kabinet yang akan dilakukan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sementara faktor eksternal antara lain kelanjutan pencairan dana bailout tahap berikutnya untuk Yunani, kondisi Italia setelah didowngrade serta kondisi perbankan Prancis yang sedang mengalami persoalan likuiditas.
Selain itu juga beberapa data ekonomi penting yang akan dirilis di Amerika Serikat antara lain data penjualan rumah baru, data kepercayaan konsumen, data persediaan minyak, data Produk Domestik Bruto (PDB), data klaim pengangguran dan data penjualan rumah yang tertunda, serta data sentimen konsumen.
"Menghadapi situasi yang masih cukup volatile ini ada baiknya investor melakukan pola perdagangan jangka pendek () yang cukup ketat," ungkapnya di Jakarta, Senin (26/9).
Sementara itu untuk kondisi pada bursa regional indeks Komposit Shanghai turun tipis 5,14 poin (0,21%) ke level 2.428,02, indeks Hang Seng merosot 131,84 poin (0,75%) ke level 17.536,99. Indeks Nikkei 225 turun 140,90 poin (1,65%) ke level 8.419,36 dan Indeks Straits Times jatuh 32,47 poin (1,20%) ke level 2.666,33.











